Perubahan APBD 2025 Bangka Tengah Alami Defisit Rp30, 7 Miliar

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Bangka Tengah mengalami defisit anggaran sebesar Rp 30,7 miliar. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda di Gedung DPRD Kabupaten Bangka Tengah dalam rapat paripurna, Senin (4/8/2025).

    Rapat paripurna tersebut digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Tengah dengan agenda penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.

    Efrianda menyampaikan beberapa pertimbangan yang melatarbelakangi perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.

    Ia menjelaskan, estimasi pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp895,4 miliar atau berkurang 5,06 persen dibandingkan target pada APBD murni sebesar Rp943,1 miliar.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan Rp147,9 miliar atau turun 4,68 persen dari target APBD murni sebesar Rp155,1 miliar. Pengurangan ini disebabkan adanya penyesuaian terhadap target Pajak Daerah, Retribusi Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, serta lain-lain PAD yang sah,” ungkap Efrianda.

    Pendapatan transfer ditargetkan Rp747,5 miliar atau berkurang 5,14 persen dari target APBD murni sebesar Rp787,9 miliar. Penyesuaian ini terjadi karena rasionalisasi PAD, perubahan alokasi dana transfer pemerintah pusat (antara lain Dana Bagi Hasil/DBH, Dana Alokasi Umum/DAU, Dana Alokasi Khusus/DAK), dan dana transfer pemerintah provinsi berupa bagi hasil dan bantuan keuangan khusus.

    Selain itu, perubahan APBD juga mempertimbangkan hasil evaluasi pelaksanaan APBD semester pertama 2025, penyesuaian Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sesuai Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2024 untuk menutup defisit anggaran berjalan, serta penajaman prioritas kegiatan melalui pergeseran anggaran, penambahan alokasi, dan penjadwalan ulang kegiatan.

    Penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp22,6 miliar yang bersumber dari SiLPA audited 2024, sedangkan pengeluaran pembiayaan dianggarkan nihil, sehingga pembiayaan netto sebesar Rp22,6 miliar.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Berdasarkan rencana pendapatan dan belanja daerah tersebut, Perubahan APBD Tahun Anggaran 2025 mengalami defisit sebesar Rp30,7 miliar,” jelas Efrianda.

    Defisit tersebut dapat ditutupi dari pembiayaan netto sebesar Rp22,6 miliar sehingga masih terdapat sisa kurang pembiayaan sebesar Rp8,1 miliar yang harus ditutup melalui tambahan pendapatan dan/atau rasionalisasi belanja berdasarkan skala prioritas. Selain itu, Wabup juga menyampaikan uraian mengenai belanja daerah Bangka Tengah secara rinci.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Jembatan Garuda Pangkas Jalan Warga Dul-Beluluk, Akses Sekolah dan Puskesmas Kini Lebih Dekat

    Jembatan Garuda Pangkas Jalan Warga Dul-Beluluk, Akses Sekolah dan Puskesmas Kini Lebih Dekat

    30 Tenaga Konstruksi Bangka Tengah Digembleng dan Disertifikasi, K3 Jadi Sorotan

    30 Tenaga Konstruksi Bangka Tengah Digembleng dan Disertifikasi, K3 Jadi Sorotan

    1.389 KPM di Bangka Tengah Terindikasi Judol, Bansos Kemensos Dihentikan Sementara

    1.389 KPM di Bangka Tengah Terindikasi Judol, Bansos Kemensos Dihentikan Sementara

    Musim Kemarau, Armada Damkar dan BPBD Bangka Tengah Terbatas, Warga Minta Respons Bencana Diperkuat

    Musim Kemarau, Armada Damkar dan BPBD Bangka Tengah Terbatas, Warga Minta Respons Bencana Diperkuat

    Mobil Kopdes Merah Putih Tiba di Bangka Tengah, Namang Jadi Desa Pertama yang Terima

    Mobil Kopdes Merah Putih Tiba di Bangka Tengah, Namang Jadi Desa Pertama yang Terima

    Lomba Bertutur Digelar, Bupati Algafry Dorong Anak Bangka Tengah Cerdas dan Cinta Budaya

    Lomba Bertutur Digelar, Bupati Algafry Dorong Anak Bangka Tengah Cerdas dan Cinta Budaya

      Ikuti kami di Facebook