
INTRIK.ID – Berbicara tentang nasionalisme yaitu paham atau ajaran untuk mencintai bangsa dan negara sendiri. Paham ini menciptakan serta mempertahankan kedaulatan, identitas, dan kesadaran bersama sebagai satu bangsa yang menetap dalam suatu wilayah. Kemudian apa itu ekonomi?
Ekonomi adalah ilmu sosial yang mempelajari bagaimana manusia, individu, perusahaan, dan pemerintah mengelola sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas hingga menghasilkan kesejahteraan. Apa kaitannya lunturnya rasa nasionalisme akibat kesenjangan ekonomi?
Bagi sebuah negara jika kesenjangan ekonomi ini dibiarkan tanpa ada solusi kebijakan, berdampak pada munculnya konflik sosial berpotensi mengancam keutuhan sebuah negara dari dalam. Kesenjangan ekonomi yang kian lebar bukan sekadar persoalan angka statistik, melainkan ancaman sunyi bagi rasa nasionalisme. Ketika kesejahteraan hanya dinikmati segelintir pihak, narasi “cinta tanah air” dengan mudah kehilangan makna di mata mereka yang berjuang hanya untuk bertahan hidup.
Kalau diibaratkan sebuah masakan jika rasanya hambar pasti tidak enak dimakan, begitu juga kalau kesenjangan ekonomi jaraknya terlalu jauh. Hidup bernegara kurang dinikmati sehingga rasa nasionalisme berkurang, tidak menutup kemungkinan akan hilang.
Mengapa kesenjangan ekonomi bisa melunturkan rasa nasionalisme ?
Nasionalisme berlandaskan pada janji perlindungan dan kesejahteraan bersama. Ketika negara hadir secara tak seimbang , fasilitas publik berkualitas hanya ada di kota besar atau untuk kalangan berada, masyarakat rentan merasa dikhianati oleh sistem. Narasi kejayaan nasional terasa hampa bagi mereka yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Muncul rasa keterasingan, di mana seseorang merasa tidak memiliki andil atau tempat dalam kemajuan bangsanya sendiri.
Bagi masyarakat miskin, fokus harian adalah bertahan hidup Cinta tanah air menjadi konsep abstrak yang kalah mendesak dibandingkan pemenuhan pangan, kesehatan, dan pendidikan dasar. Mereka tidak memikirkan lagi apa itu rasa nasionalisme yang ada difikirkan mereka apakah bisa bertahan hidup atau tidak?
Berkaca pada uraian diatas, bagi penyelenggara negara lunturnya rasa nasionalisme seperti bom waktu. Pada saat tertentu bom waktu itu akan meledak jika tidak dijinakkan. Kesenjangan ekonomi mudah dimanfaatkan oleh sentimen suku, agama, atau golongan. Komunitas yang merasa dipinggirkan cenderung menarik diri dari identitas nasional dan mencari ikatan kelompok yang lebih sempit.
Lantas bagaimana solusi agar rasa nasionalisme bisa dibangkitkan lagi?
Rasa nasionalisme tidak bisa dipaksakan hanya melalui doktrin atau retorika kebangsaan. Cara paling efektif untuk merekatkan kembali rasa kebangsaan adalah melalui keadilan sosial yang nyata. Memastikan fasilitas pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar menjangkau seluruh pelosok negeri, bukan hanya pusat pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ekonomi yang memprioritaskan mobilitas vertikal bagi kelompok rentan agar mereka merasakan hadirnya negara.
Membasmi praktik korupsi dan nepotisme yang selama ini memperlebar jurang kaya dan miskin. Korupsi membuat keuangan negara tidak bisa mengembangkan pembangunan sektor ekonomi berbasis masyarakat luas. Rasa bangga terhadap bangsa tumbuh paling subur ketika setiap warga negara merasa dihargai, dilindungi, dan diberi kesempatan yang sama untuk sejahtera.