
BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Ramai pemberitaan sejumlah media online yang mempublikasikan tentang, dugaan tidak berfungsinya kapal ambulance pukesmas keliling khusus perairan. Pengadaan kapal ambulance tersebut pada tahun 2024 melalui Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Bangka, bersumber dari Dana Alokasi Khusus ( DAK ) kesehatan senilai RP 2.4 Miliar.
Dikutip dari salah satu media online louncing program tersebut Rabu ( 12/4/2024) bertempat di pantai puri Ansel Sungailiat oleh PJ Bupati Bangka M. Haris dan kepala Dinas Kesehatan di jabat oleh Nora Sukma Dewi. Diketahui pada tahun 2024 bergema di seantero provinsi Bangka Belitung, kabupaten Bangka saat itu mengalami defisit anggaran. Lantas muncul pertanyaan apakah pengadaan dimaksud urgent atau hanya untuk melaksanakan kegiatan proyek saja?
Berbicara tentang urgent mungkin pihak Dinas Kesehatan Pemerintah kabupaten Bangka saat itu memandang perlu dilakukan pembelian ambulance . Artinya sebelum ambulance kapal itu dilelang Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) terkait sudah mengkaji akan kebutuhan alat transportasi kesehatan dimaksud.
Kemudian kalau pengadaan ambulance kapal disinyalir hanya melaksanakan kegiatan proyek semata, di saat kondisi keuangan daerah defisit apakah masuk dalam katagori efesiensi anggaran? Di banyak publikasi pemerintah selalu menekankan tentang efisiensi anggaran. Muncul pertanyaan publik jika itu hanya memuluskan kegiatan proyek efesiensi anggaran agak melenceng. Tidak menutup kemungkinan ada kepentingan tertentu dibalik pengadaan ambulance kapal perairan.
Ditengah munculnya pemberitaan terkait dugaan tidak berfungsinya ambulance kapal , publik berharap pihak Dinas Kesehatan Pemerintah kabupaten Bangka bisa menjelaskan ke publik mengenai dugaan tidak beroperasi transportasi kesehatan itu serta latar belakang kebutuhan apakah urgent atau sekedar memenuhi kegiatan proyek saja.
Alasan klasik senantiasa didengungkan pemerintah daerah maupun instansi terkait adalah satu kata: defisit. Katanya, kas daerah sedang seret, sehingga langkah diambil efisiensi anggaran. Namun, apakah benar ini murni masalah tidak adanya uang, atau justru menutupi kepentingan tertentu
Defisit keuangan adalah dinamika biasa dalam pengelolaan anggaran. Namun, menjadikan defisit memuluskan tujuan tertentu baik politik, sosial dan lainnya sangat kurang tepat. Tahun 2024 hembusan Pemkab Bangka defisit sangat sporadis, tapi masih beli ambulance kapal harga meliaran. Benarkah kondisi saat itu Pemkab Bangka mengalami defisit anggaran?