
INTRIK.ID – Pagi itu ada sebuah agenda Pelantikan di Kantor Bupati seperti biasa sejumlah wartawan dari bebagai media TV, Cetak dan Online sudah berkumpul. Kedatangan mereka untuk melakukan liputan terhadap agenda dimaksud. Senda gurau diantara wartawan menambah keseruan sebelum acara dimulai.
Tidak lama kemudian terdengar dari ruang aula, pembawa acara memanggil para tamu undangan agar segera masuk ruang, dikarenakan acara segera dimulai. Mendengar pemberitahuan pembawa acara para wartawan ikut masuk ke dalam ruang aula. Situasi saat itu sudah mulai rapi , kemudian pembawa acara membaca rundown acara.
Kemudian acara pelantikan segera dimulai beberapa kata sambutan dari pihak terkait telah dilaksanakan. Terakhir kata sambutan dari Bupati sekaligus melantik sejumlah pejabat dari berbagai tingkatan. Usai acara pelantikan para wartawan menunggu moment tepat mau wawancara Bupati.
Namun suasana saat itu terlihat berbeda, seorang wartawan bernama Anto merasa dekat Bupati langsung menghampiri sang pemimpin kabupaten itu. Dengan gaya seolah paling hebat sang wartawan itu mengambil foto sang Bupati dan wawancara. Sudah menjadi buah bibir dikalangan wartawan lainya Anto itu tidak pernah gabung dengan wartawan lainnya.
Melihat tingkah laku Anto yang langsung menghampiri Bupati, salah satu wartawan media online bernama Joko menanyakan kepada rekannya kenapa Anto tidak di tegur Karena belum waktunya wawancara dan ambil foto.
“Bro kok Anto itu tidak ditegur ya, pada hal belum saatnya untuk ambil foto dan wawancara Bupati? ,” tanya Joko kepada rekannya.
Mendengar pertanyaan Joko rekannya merespon dengan senyum dan berkata biasa wartawan merasa paling oke.
“Kamu baru tau ya, ☺️☺️ Dia kan wartawan merasa paling dekat dengan Bupati. Kalau kita wawancara dengan Bupati berkelompok pasti dia tidak ikut. Ya itu tadi seolah Bupati miliknya ☺️☺️. Ngobrol dengan kita saja tidak mau intinya paling eksklusif,” jawab Rekannya.
“Oh.. begitu ya, maklum saya baru bertugas di Kabupaten ini. Ya kalau ada wartawan ekslusif seperti Anto, kedepan kita gak usah wawancara Bupati Suruh Anto itu saja 🤭😄😄,” ucap Joko sembari tertawa.
Merespon apa yang dilakukan Anto beberapa wartawan langsung meninggalkan acara pelantikan tanpa wawancara Bupati . Namun masih ada juga yang bertahan untuk mendapatkan stetmen sang raja kabupaten mengingat perintah pimpinan redaksi, walaupun didalam hati merasa dongkol.