
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Kecelakaan maut terjadi di ruas jalan Desa Perlang, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (12/8/2026). Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan truk di kawasan jalan yang sedang dalam proses perbaikan.
Insiden tersebut menimbulkan sorotan warga lantaran lokasi kecelakaan berada di area proyek perbaikan jalan yang disebut minim rambu peringatan dan pengamanan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan terjadi saat kendaraan melintas dari arah Koba menuju Lubuk. Kondisi jalan yang sedang dikerjakan membuat ruang kendaraan menjadi terbatas, sementara material proyek disebut berada di badan jalan.
Seorang warga yang berada di sekitar lokasi, Min (41), mengatakan kondisi proyek membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas, terlebih saat memasuki tikungan.
“Iya bang, itu jalannya lagi diperbaiki sama Provinsi. Tapi rambunya dekat kali sama proyek, ditambah materialnya di tengah jalan dan pengawasan dan penjagaan kurang. Jadi pas belok langsung ketemu,” ujarnya.
Menurut keterangan warga, kecelakaan bermula ketika sepeda motor berusaha mendahului kendaraan truk yang berada di depannya. Setelah melewati truk pertama, pengendara motor diduga terkejut karena terdapat kendaraan lain di depannya dan kemudian melakukan pengereman.
Pada saat bersamaan, truk yang berada di belakang diduga mengalami masalah pada sistem pengereman sehingga tidak sempat menghindari sepeda motor.
“Jadi motor motong mobil sawit, terus mobil sawit yang dipotong rem blong sehingga waktu di tikungan yang ada proyek itu malah melindas motor,” kata Min.
Akibat kecelakaan tersebut, pengendara sepeda motor meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kasat Lantas Polres Bangka Tengah, IPTU Elman, membenarkan peristiwa kecelakaan tersebut. Petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
“Benar, telah terjadi kecelakaan antara truk dan sepeda motor di ruas jalan Desa Perlang. Satu korban pengendara motor meninggal dunia di tempat. Saat ini kami masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi,” ujar Elman, Rabu (12/8/2026).
Hingga berita ini ditulis, identitas korban belum disampaikan kepada publik. Jenazah korban telah dievakuasi ke RSUD Bangka Tengah.
Peristiwa tersebut turut memunculkan keluhan warga terhadap sistem pengamanan di sekitar proyek perbaikan jalan.
Warga menilai keberadaan rambu peringatan, penerangan, maupun petugas pengatur lalu lintas sangat penting, terutama pada titik proyek yang berada di tikungan dan memiliki jarak pandang terbatas.
“Harusnya kalau ada proyek jalan itu rambunya jauh-jauh hari dan jelas. Jangan pas mepet baru ada. Ini nyawa taruhannya,” tegas seorang warga.
Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan kepolisian. Kondisi proyek jalan, posisi kendaraan, faktor pengereman, serta faktor lain yang berkaitan dengan kecelakaan akan menjadi bagian dari proses olah TKP dan pemeriksaan saksi.
Peristiwa ini menjadi perhatian penting terhadap aspek keselamatan dalam pelaksanaan pekerjaan jalan. Pengamanan proyek di jalan umum perlu dipastikan memadai agar aktivitas pembangunan tidak justru meningkatkan risiko bagi pengguna jalan.