
Tim Penulis Opini:
Mahasiswa Universitas Bangka Belitung ( UBB) Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Semester VI
Muhammad Riski: 3022311020
Yulita Diva: 3022311033
Zahrilla Ramadhini: 3022311098
Ravi Nursetiadi: 3022311081
Teguh Akbar: 3022311095
UMKM penting dalam perekonomian Indonesia karena menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, UMKM harus mampu mengendalikan biaya dan menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi pasar agar dapat bertahan dalam persaingan yang semakin ketat. Kasus menarik untuk diteliti adalah Bakso & Mie Ayam Mas Blankon, bisnis kuliner yang diluncurkan pada tahun 2013, yang muncul dari inisiatif pemiliknya yang mengamati minat besar terhadap industri kuliner di kalangan masyarakat Bangka.
Wawancara menunjukkan bahwa perusahaan ini mengalami masa kejayaan sebelum pandemi Covid-19, dengan penjualan 100-200 porsi setiap hari. Namun, penjualan turun drastis setelah pandemi, kini hanya mencapai 30-40 porsi setiap hari. Menurut kelompok kami, penurunan ini bukan hanya disebabkan oleh dampak pandemi, tetapi juga oleh meningkatnya jumlah pesaing di bidang kuliner yang muncul setelah pandemi, yang meningkatkan persaingan di pasar.
Dari segi manajemen biaya, terdapat sejumlah tantangan yang perlu diatasi. Pemilik perusahaan memilih untuk tidak menaikkan harga jual meskipun harga bahan baku dan kemasan plastik meningkat. Hal ini dapat mempertahankan loyalitas pelanggan, tetapi pada akhirnya dapat merusak profitabilitas jika tidak diimbangi dengan efisiensi biaya.