
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Ironi terjadi pada armada pemadam kebakaran (Damkar) Pos Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah. Mobil pemadam berukuran besar yang selama ini menjadi salah satu andalan dalam menangani kebakaran kini harus masuk bengkel karena mengalami kerusakan.
Kondisi kendaraan yang telah berusia belasan tahun tersebut membuat mobil tidak dapat beroperasi untuk sementara waktu.
Pantauan di lapangan, Kamis (27/8/2026) sore, mobil Damkar berukuran besar itu bahkan harus ditarik menggunakan armada Damkar lainnya yang berukuran lebih kecil.
Pemandangan tersebut sempat menarik perhatian warga yang melintas. Meski terlihat unik, kondisi itu sekaligus menggambarkan tantangan yang dihadapi petugas pemadam dalam menjaga kesiapsiagaan armada.
“Iya tadi sore lihat mobil damkar yang besar itu ditarik sama mobil damkar yang kecil. Kasihan juga melihatnya. Mobil besar kok ditarik mobil kecil. Tapi semangat untuk Damkar,” ujar seorang warga.
Di balik pemandangan tersebut, terselip kekhawatiran warga. Terlebih, Bangka Tengah saat ini memasuki musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran, baik lahan maupun permukiman.
Warga berharap pemerintah dapat segera mencari solusi, termasuk mempertimbangkan penggantian armada yang sudah tidak lagi optimal.
“Harapan kami ada penggantian mobil Damkar baru untuk Pos Pangkalan Baru. Sekarang kan musim kemarau, takutnya kalau ada kebakaran terus mobilnya tidak siap. Bahaya,” katanya.
Kerusakan armada tersebut juga menjadi perhatian karena kesiapan kendaraan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat respons ketika terjadi kebakaran.
Kepala Bidang Damkar Bangka Tengah, Yasir, mengatakan pihaknya telah menyiapkan armada pengganti sementara untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
“Kami sudah menaruh mobil suplai sebagai pengganti untuk Pos Pangkalan Baru,” jelas Yasir.
Menurutnya, pihak Damkar Bangka Tengah juga telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengantisipasi apabila terjadi kebakaran di wilayah Pangkalan Baru selama armada utama menjalani perbaikan.
“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polda, Damkar Provinsi, Damkar Kota dan PT Timah agar bisa membantu jika terjadi kebakaran di Pangkalan Baru,” ujarnya.
Sementara terkait estimasi waktu perbaikan kendaraan maupun rencana penggantian armada, Yasir mengatakan pihaknya masih menunggu arahan pimpinan.
“Kami masih menunggu arahan pimpinan terkait estimasi perbaikan dan rencana penggantian kendaraan,” katanya.
Untuk sementara, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Di sisi lain, kondisi armada yang sudah berusia tua menjadi catatan penting agar kesiapsiagaan pemadam kebakaran tetap terjaga ketika sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat.