
BELITUNG TIMUR, INTRIK.ID – Operasi pencarian terhadap Samsul (47), warga Desa Baru, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, yang dilaporkan hilang saat mencari udang di kawasan Kolong Kero, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (7/8/2026) pagi setelah diduga menjadi korban serangan buaya muara.
Tim SAR Gabungan menemukan jasad korban sekitar pukul 09.00 WIB, berjarak kurang lebih dua kilometer dari lokasi kejadian awal (LKP), tempat ditemukannya sepeda motor dan peralatan mencari udang milik korban pada Kamis (6/8/2026).
Saat ditemukan, kondisi jenazah korban sudah tidak utuh akibat serangan satwa buas tersebut. Temuan itu sekaligus menguatkan dugaan bahwa korban diterkam buaya ketika sedang mencari udang di tepi kolong.
Setelah berhasil diidentifikasi, Tim SAR Gabungan segera melakukan proses evakuasi. Jenazah korban diangkat menggunakan perahu karet (rubber boat) menuju pesisir, kemudian dibawa dengan ambulans ke RSUD Muhammad Zein Belitung Timur untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut sekaligus mengapresiasi seluruh unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian.
“Kami dari Kantor SAR Pangkalpinang turut berduka cita sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Kami juga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang telah bekerja keras membantu dan mendukung penuh proses pencarian hingga evakuasi korban pada pagi ini,” ujar Mikel.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan resmi dinyatakan selesai. Seluruh personel dari berbagai unsur yang tergabung dalam Tim SAR Gabungan telah dikembalikan ke satuan masing-masing.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan yang diketahui merupakan habitat buaya muara, terutama ketika beraktivitas seorang diri di lokasi yang berisiko tinggi.