
INTRIK.ID, JAKARTA — Ingin berinvestasi emas, tetapi tidak ingin repot menyimpan emas fisik? Pasar modal Indonesia kini menawarkan alternatif melalui Exchange Traded Fund (ETF) Emas.
Instrumen ini memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap pergerakan harga emas melalui perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), tanpa harus membeli dan menyimpan emas fisik secara langsung.
Emas sendiri telah lama menjadi salah satu instrumen investasi yang dikenal masyarakat Indonesia. Selain relatif mudah dipahami, emas juga kerap dipilih untuk menjaga nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi.
Namun, investasi emas tidak lagi identik dengan membeli emas batangan atau menyimpannya secara fisik. Dengan ETF Emas, masyarakat dapat mengakses investasi berbasis emas melalui mekanisme pasar modal.
ETF Emas merupakan reksa dana yang unit penyertaannya diperdagangkan di BEI. Artinya, investor dapat membeli maupun menjualnya melalui perusahaan sekuritas selama jam perdagangan Bursa.
Untuk memulainya, investor cukup memiliki rekening efek pada perusahaan sekuritas.
Secara sederhana, dana investor dikelola oleh Manajer Investasi dan ditempatkan pada aset berbasis emas sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu, nilai ETF Emas pada umumnya dipengaruhi oleh pergerakan harga emas.
Ketika harga emas naik, nilai ETF berpotensi ikut meningkat. Sebaliknya, ketika harga emas turun, nilai ETF juga dapat mengalami penurunan.
Karakteristik ini membuat ETF Emas berbeda dengan sekadar layanan jual beli emas digital. ETF merupakan produk pasar modal yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa.