Ribuan Warga Belum Bekerja, Program Ketenagakerjaan Bateng Dipertaruhkan

    Caption: Rizaldi Adhari.

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Angka 4.749 pengangguran di Kabupaten Bangka Tengah menjadi alarm bagi pemerintah daerah. Di tengah berbagai program pelatihan dan job fair, persoalannya bukan lagi sekadar membuka kegiatan, tetapi bagaimana memastikan program tersebut benar-benar berujung pada terserapnya tenaga kerja.

    Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Bangka Tengah pada 2025 mencapai 4,2 persen. Dari 112.827 orang angkatan kerja, sebanyak 108.078 orang tercatat sudah bekerja.

    Artinya, masih ada ribuan warga yang berada di luar pasar kerja. Angka ini sekaligus menjadi pekerjaan rumah yang tidak cukup dijawab hanya dengan pelatihan atau kegiatan job fair.

    Kepala DPMPTK Bangka Tengah, Risaldi, mengakui angka tersebut masih menjadi tantangan pemerintah daerah.

    “Data BPS 2025 menunjukkan masih ada 4.749 saudara kita yang belum bekerja dengan TPT 4,2 persen. Ini menjadi PR kita bersama. Kami di DPMPTK terus bergerak agar angka ini bisa terus turun,” ujar Risaldi.

    Jangan Sekadar Dilatih, Harus Terserap

    Risaldi mengatakan DPMPTK terus membuka pelatihan berbasis kompetensi maupun kewirausahaan. Program tersebut diarahkan agar masyarakat memiliki kemampuan yang sesuai kebutuhan dunia kerja sekaligus memiliki pilihan untuk membangun usaha sendiri.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook