
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Di tengah klaim pertumbuhan ekonomi yang melesat hingga 6,6 persen pada 2025, Kabupaten Bangka Tengah justru menghadapi kenyataan pahit yang mana angka kemiskinan meningkat dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan signifikan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah penduduk miskin di Bangka Tengah pada 2025 mencapai 13.710 jiwa atau 6,70 persen dari total penduduk. Angka ini lebih tinggi dari target pemerintah daerah yang hanya 4,83 persen.
Fenomena ini memunculkan paradoks pembangunan ekonomi tumbuh, tetapi kesejahteraan masyarakat tidak ikut terdongkrak.
Kepala BPS Bangka Tengah, I Ketut Mertayasa, bahkan menyebut kondisi ini sebagai anomali ekonomi.
“Ada anomali, pertumbuhan ekonomi meningkat namun tidak diikuti dengan penurunan kemiskinan,” ujarnya di Koba, Selasa (31/3/2026).
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi lebih banyak ditopang sektor-sektor seperti pertambangan dan industri yang tidak sepenuhnya menyerap tenaga kerja lokal secara luas, sehingga dampaknya tidak langsung dirasakan masyarakat kecil.