
BANGKA TENGAH, INTRIK.ID – Minimnya penerangan di ruas Jalan Kulur-Lubuk Besar kembali dikeluhkan warga.
Kondisi jalan yang gelap saat malam hari dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara yang melintas di jalur tersebut.
Keluhan itu disampaikan Toy (45), warga Terubus yang memiliki kebun di sekitar ruas Jalan Kulur-Lubuk Besar.
Menurutnya, kecelakaan lalu lintas cukup sering terjadi di kawasan tersebut. Bahkan, pada Selasa malam, kembali terjadi kecelakaan antara dua pengendara sepeda motor di sekitar lokasi.
“Semalam ada lagi kecelakaan antara dua pengemudi motor di depan kebun saya. Alhamdulillah tidak parah, tapi sering sekali kejadian seperti itu. Jalannya gelap gulita, pengendara tidak kelihatan dari jauh,” ujar Toy, Rabu (22/7/2026).
Ia mengatakan, kondisi tersebut cukup mengkhawatirkan karena Jalan Kulur-Lubuk Besar menjadi salah satu akses utama masyarakat dari sejumlah desa.
Risiko kecelakaan dinilai semakin tinggi saat malam hari, terutama ketika hujan atau pada jam pulang kerja ketika volume kendaraan meningkat.
“Saya minta tolonglah ke pemerintah, dipasang lampu jalan. Kasihan warga yang tiap hari lewat sini. Kalau malam itu rawan sekali,” tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Perhubungan Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Tengah, Fernando, mengatakan ruas Jalan Kulur-Lubuk Besar merupakan jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah beberapa kali menyampaikan usulan kepada pemerintah provinsi terkait minimnya penerangan di jalur tersebut.
“Kami dari Pemkab sudah beberapa kali menyampaikan usulan ke provinsi terkait minimnya penerangan di ruas Kulur-Lubuk Besar. Karena memang ini jalan provinsi,” jelasnya.
Fernando menyebut terdapat kabar baik bagi masyarakat. Berdasarkan informasi yang diterima, pemasangan lampu penerangan jalan di ruas tersebut direncanakan masuk dalam program tahun 2026.
“InsyaAllah tahun ini ruas Kulur-Lubuk Besar akan diterangi lampu jalan. Kita berharap dengan adanya penerangan bisa meminimalisir angka kecelakaan dan memberikan rasa aman bagi pengguna jalan,” pungkasnya.
Sembari menunggu realisasi penerangan jalan, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur tersebut pada malam hari.
Pengendara juga diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman, serta memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, terutama saat melintas dalam kondisi hujan dan minim jarak pandang. (*)