Tenggelam di Palung Pantai Selama Tiga Hari, Dedi Ditemukan 500 Meter Dari Titik Lokasi

    Foto: Tim SAR saat melakukan evakuasi korban dari pinggir pantai.(ist)

    BELINYU, INTRIK.ID — Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan warga Desa Mantung, Belinyu, Dedi Irawan saat menjaring ikan di Perairan Pantai Lepar, Kamis (11/3/2021).

    Pria 20 tahun tersebut ditemukan dalam keadaan meninggal dunia pukul 07.30 WIB di koordinat 1° 36’49″ 105° 44’10″T atau 500 meter dari titik saat hilang.

    Warga Perumnas Mantung itu hilang saat menjaring ikan bersama dengan enam rekannya pada pukul 19.30 WIB selasa (9/3/2021) kemarin.

    Saat menjaring, Dedi bersama tiga rekan lainnya turun ke laut, sementara tiga lainnya menunggu di daratan. Namun setelah beberapa menit kemudian, Dedi tidak kunjung muncul.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    SAR Mission Cordinator, Fazzli mengatakan pencarian Dedi Irawan melibatkan beberapa unsur yakni TNI AL Belinyu, Polair, Polsek Belinyu, Laskar Sekaban, nelayan hingga masyarakat setempat.

    “Setelah tiga hari pencarian, korban berhasil ditemukan. Kami berterima kasih kepada seluruh elemen yang sudah turut membantu terutama nelayan dan masyarakat setempat,” ungkapnya.

    Ia juga mengatakan operasi SAR gabungan juga diusulkan untuk ditutup dengan diadakannya debriefing setengah jam setelah korban ditemukan.

    “Saat ini korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Dengan begitu, operasi SAR gabungan juga resmi ditutup,” tegas Fazzli.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Sementara Kepala Jaga Harian, Danang Budi mengatakan hilangnya korban diduga tidak bisa berenang dimana disekitar lokasi terdapat palung.

    “Diketahui korban tidak dapat berenang. Saat kejadian teman-teman korban sudah terlebih dulu mencarinya namun tidak ketemu,” terangnya.

    Ia juga mengatakan dalam pencarian tersebut pihaknya melakukan penyisiran di sepanjang pesisiypantai dengan rubber boat.

    “Kita sudah mulai pencarian sejak malam hari pas korban dinyatakan hilang dengan menurunkan satu tim rescue,” tutupnya.(int)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Mat Makan Duren ke Singapura Yo !

    Mat Makan Duren ke Singapura Yo !

    Kelakar Mat dan Gad  : ” Ketangkep Nyelundup Pasir Timah Banyak, Tapi Jarang Sampai Sidang ok”

    Kelakar Mat dan Gad : ” Ketangkep Nyelundup Pasir Timah Banyak, Tapi Jarang Sampai Sidang ok”

    Mempersempit Ruang Kejahatan Pajak melalui Perluasan Basis Pajak  di Tengah Dinamika Global

    Mempersempit Ruang Kejahatan Pajak melalui Perluasan Basis Pajak di Tengah Dinamika Global

    Balok Timah PT PMP Dirampok, Berkas Perkara akan Segera Dikirim ke JPU

    Balok Timah PT PMP Dirampok, Berkas Perkara akan Segera Dikirim ke JPU

    Perkara BBM Bersubsidi Nelayan ARY dan FR Tersangka, Mungkinkah Penampung Minyaknya Menyusul ?

    Perkara BBM Bersubsidi Nelayan ARY dan FR Tersangka, Mungkinkah Penampung Minyaknya Menyusul ?

    Sudah Saatnya Korporasi Konvensional Melirik Sukuk

    Sudah Saatnya Korporasi Konvensional Melirik Sukuk