Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Kabar baik bagi keluarga kurang mampu di Bangka Tengah. Dalam waktu dekat, anak-anak dari keluarga buruh, nelayan, petani hingga warga miskin ekstrem berpeluang mengenyam pendidikan tanpa memikirkan biaya sekolah, makan, bahkan tempat tinggal.

    Pemerintah pusat berencana membangun Sekolah Rakyat di Koba dan Sekolah Terintegrasi di Namang, dua program pendidikan yang seluruh biaya pembangunannya ditanggung kementerian.

    Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, mengatakan program ini menjadi kesempatan besar bagi anak-anak yang selama ini terkendala biaya untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

    “Semua gratis. Tidak ada biaya sekolah. Negara hadir untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya dalam rapat kerja bersama DPRD Bangka Tengah, Senin (16/6/2026).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Yang paling menarik adalah konsep Sekolah Rakyat. Sekolah ini tidak hanya menyediakan pendidikan gratis, tetapi juga asrama dan kebutuhan dasar siswa yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

    Artinya, anak-anak yang selama ini berisiko putus sekolah karena faktor ekonomi dapat belajar tanpa membebani orang tua.

    Sementara itu, Sekolah Terintegrasi yang akan dibangun di Namang dirancang menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan pendidikan. Konsep ini diharapkan memudahkan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.

    Bagi masyarakat Bangka Tengah, program ini bisa menjadi jalan keluar bagi persoalan klasik pendidikan: biaya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Masih banyak keluarga yang harus berpikir dua kali untuk menyekolahkan anak hingga jenjang yang lebih tinggi karena keterbatasan ekonomi. Kehadiran dua sekolah tersebut diharapkan dapat membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda daerah.

    Ketua DPRD Bangka Tengah, Batianus, menyatakan pihaknya mendukung penuh program tersebut karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

    “Kalau ini untuk pendidikan anak-anak Bangka Tengah, tentu kami mendukung dan akan mengawal prosesnya,” katanya.

    Apabila terealisasi sesuai rencana, Bangka Tengah berpotensi menjadi daerah pertama di Bangka Belitung yang memiliki Sekolah Rakyat berasrama gratis, sebuah program yang diharapkan mampu memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

    Bagi banyak keluarga sederhana, ini bukan sekadar pembangunan sekolah baru. Ini bisa menjadi pintu yang mengubah masa depan anak-anak mereka.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Klarifikasi Pemkab: Penutupan Peliputan Rakor Pemberantasan Korupsi Merupakan Permintaan KPK

    Klarifikasi Pemkab: Penutupan Peliputan Rakor Pemberantasan Korupsi Merupakan Permintaan KPK

    Kapolres Bangka Tengah Gandeng Wartawan, Call Center 110 Jadi Garda Terdepan Layanan Darurat untuk Warga

    Kapolres Bangka Tengah Gandeng Wartawan, Call Center 110 Jadi Garda Terdepan Layanan Darurat untuk Warga

    PT Timah Bangun Sarana Literasi di SMPN 2 Simpang Katis, Sekolah: Buka Ruang Siswa Kembangkan Potensi

    PT Timah Bangun Sarana Literasi di SMPN 2 Simpang Katis, Sekolah: Buka Ruang Siswa Kembangkan Potensi

    Belajar Tak Lagi di Kelas, Mahasiswa Unsri Telusuri Langsung Proses Tambang PT Timah dari Hulu hingga Hilir

    Belajar Tak Lagi di Kelas, Mahasiswa Unsri Telusuri Langsung Proses Tambang PT Timah dari Hulu hingga Hilir

    KOBALORASI #4 Siap Guncang Alun-Alun Koba! Lima Malam Penuh Hiburan, UMKM, hingga Jejak Sejarah Kota

    KOBALORASI #4 Siap Guncang Alun-Alun Koba! Lima Malam Penuh Hiburan, UMKM, hingga Jejak Sejarah Kota

    26 Anak Muda Digembleng Jadi Barista, Bangka Tengah Bidik Lahirnya Pengusaha Kopi Baru

    26 Anak Muda Digembleng Jadi Barista, Bangka Tengah Bidik Lahirnya Pengusaha Kopi Baru