Empat Tahun Tak Terkalahkan, Jurusan Welding SMKN 1 Koba Kian Kokoh Jadi Raja LKS Babel

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Di tengah ketatnya persaingan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2026, satu nama kembali mencuri perhatian. SMKN 1 Koba bukan hanya pulang membawa lima medali, tetapi juga memperpanjang dominasi yang belum mampu dipatahkan sekolah lain: juara bidang Welding selama empat tahun berturut-turut.

    Prestasi tersebut menjadi sorotan dalam ajang LKS Babel 2026 yang berlangsung pada 9–12 Juni di halaman Kantor Gubernur Babel. Dari lima bidang yang diikuti, SMKN 1 Koba berhasil meraih tiga medali emas dan dua medali perunggu, sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu sekolah vokasi terkuat di Bangka Belitung.

    Sorotan utama tertuju pada siswa Giyonanda yang sukses meraih Juara 1 Welding di bawah bimbingan Rizky Cahyani Intan, S.Pd. Kemenangan ini melanjutkan tradisi emas yang telah dibangun SMKN 1 Koba sejak 2023.

    Bagi sekolah, capaian tersebut bukan sekadar kemenangan tahunan, melainkan hasil dari proses panjang yang mengandalkan disiplin latihan, pembinaan berkelanjutan, dan budaya kompetitif yang ditanamkan kepada siswa.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Ini bukan kebetulan. Ini hasil dari latihan disiplin, bimbingan intensif guru, dan mental juara yang terus kami tanamkan kepada siswa. Welding SMKN 1 Koba sudah menjadi trademark kami di Babel,” ujar Kepala SMKN 1 Koba, Syahryanto, Jumat (12/6/2026).

    Selain emas di bidang Welding, sekolah ini juga berjaya melalui Irwanda Adittia yang meraih Juara 1 Mechanical Engineering CAD serta Muhammad Ridho yang menjadi Juara 1 Teknik Instalasi Kelistrikan. Sementara itu, Nabil Adilpi meraih Juara 3 IT Network System Administration dan tim Aldi bersama Indra Adriansyah meraih Juara 3 Mekatronika.

    Total lima medali yang diraih menjadi bukti bahwa kekuatan SMKN 1 Koba tidak hanya bertumpu pada satu jurusan, tetapi tersebar di berbagai bidang keahlian yang menjadi kebutuhan industri modern.

    Menurut Syahryanto, keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa, guru pembimbing, hingga dukungan orang tua dan mitra industri.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Prestasi ini milik kita semua. Semoga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi, tidak cepat puas, dan terus mengharumkan nama SMKN 1 Koba, Bangka Tengah, dan Babel di level yang lebih tinggi,” katanya.

    Raihan emas tersebut sekaligus mengantarkan para juara mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada LKS Tingkat Nasional 2026 yang akan digelar Juli mendatang.

    Tantangan yang akan dihadapi tentu jauh lebih berat. Namun, modal prestasi dan pengalaman yang dimiliki membuat SMKN 1 Koba optimistis mampu bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik dari seluruh Indonesia.

    Keberhasilan ini semakin memperkuat citra SMKN 1 Koba sebagai sekolah vokasi yang konsisten menghasilkan lulusan berkompetensi tinggi dan siap memasuki dunia kerja. Di tengah tuntutan industri yang semakin kompleks, sekolah tersebut terus membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan talenta-talenta unggul yang siap membawa nama daerah ke panggung nasional.

    Kini, setelah empat tahun berturut-turut menjadi penguasa Welding Babel, tantangan berikutnya bagi SMKN 1 Koba adalah membuktikan bahwa siswa Bangka Belitung juga mampu berbicara banyak di tingkat nasional. (*)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Tak Semua Pulang Membawa Piala, Tapi Semua Pulang Membawa Pelajaran dari Porsema III

    Tak Semua Pulang Membawa Piala, Tapi Semua Pulang Membawa Pelajaran dari Porsema III

    Juara Terus, Siswa Menyusut: Paradoks yang Menghantui SMKN 1 Koba

    Juara Terus, Siswa Menyusut: Paradoks yang Menghantui SMKN 1 Koba

    Dari Miniatur Ka’bah ke Karakter Santri, Manasik Haji Bahrul Ulum Tak Sekadar Latihan Ibadah

    Dari Miniatur Ka’bah ke Karakter Santri, Manasik Haji Bahrul Ulum Tak Sekadar Latihan Ibadah

    Dari Ruang Kelas ke Media Massa, Program Literasi PT Timah Dorong Guru Berani Menulis dan Berkarya

    Dari Ruang Kelas ke Media Massa, Program Literasi PT Timah Dorong Guru Berani Menulis dan Berkarya

    Belajar Jadi Tamu Allah Sejak Dini, Santri Bahrul Ulum Antusias Ikuti Manasik Haji

    Belajar Jadi Tamu Allah Sejak Dini, Santri Bahrul Ulum Antusias Ikuti Manasik Haji

    Dari Bantu Ibu hingga Berbagi Bekal, Kisah Anak-anak SD 62 Mengisi “Kotak Kebaikan”

    Dari Bantu Ibu hingga Berbagi Bekal, Kisah Anak-anak SD 62 Mengisi “Kotak Kebaikan”