
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Pemerintah Desa Perlang bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung (Babel) memfasilitasi para nelayan Desa Perlang dan Trubus dalam proses pembuatan PAS Kecil.
Fasilitasi tersebut dilakukan dengan mendampingi para nelayan mendatangi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam, Pangkalpinang, Rabu (22/7/2026).
Kepala Desa Perlang, Yani Basaroni, mengatakan pendampingan ini dilakukan untuk membantu para nelayan memenuhi persyaratan administrasi yang diperlukan dalam mendapatkan akses BBM bersubsidi.
“Hari ini kami bersama adik-adik mahasiswa Unmuh Babel mendatangi KSOP Pangkalbalam di Pangkalpinang. Kedatangan kami untuk memfasilitasi pembuatan PAS Kecil bagi nelayan Desa Perlang dan Trubus,” ujarnya.
Menurut Yani, selama ini sejumlah nelayan mengalami kendala dalam memperoleh BBM bersubsidi jenis Pertalite. Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan barcode pembelian BBM bersubsidi tersebut adalah kepemilikan dokumen PAS Kecil yang diterbitkan oleh KSOP.
“Sebelum terbit barcode pengambilan BBM Pertalite, para nelayan wajib memiliki PAS Kecil yang diterbitkan oleh KSOP setempat,” ungkapnya.
Kedatangan rombongan Pemerintah Desa Perlang, mahasiswa KKN Unmuh Babel, dan para nelayan tersebut mendapat sambutan baik dari jajaran KSOP Pangkalbalam. Berkas persyaratan yang dibawa para nelayan pun langsung diproses.
“Kami disambut dengan sangat baik. Saat ini dokumen PAS Kecil tersebut masih dalam tahap proses penerbitan,” katanya.
Yani menyebutkan, Desa Perlang memiliki sekitar 80 nelayan yang sehari-hari menggantungkan hidup dari aktivitas melaut menggunakan perahu dengan mesin tempel.
Dalam menjalankan aktivitasnya, para nelayan tersebut masih menggunakan alat tangkap tradisional, seperti pancing, jaring, dan bubu.
Melalui fasilitasi tersebut, Yani berharap proses penerbitan PAS Kecil dapat segera selesai sehingga para nelayan Desa Perlang dan Trubus dapat memperoleh akses BBM bersubsidi secara lebih mudah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap nelayan kita semakin sejahtera di bidangnya. Pemerintah desa selalu siap hadir untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (*)