
INTRIK.ID, BABEL – Sebuah kotak sederhana di sudut kelas 3A SD Negeri 62 Pangkalpinang mendadak menjadi pusat perhatian puluhan siswa. Satu per satu anak menuliskan pengalaman baik yang pernah mereka lakukan, lalu memasukkannya ke dalam sebuah “Kotak Kebaikan”.
Ada yang menulis tentang membantu ibu mencuci piring, menolong teman yang kesulitan belajar, hingga berbagi bekal saat jam istirahat. Meski sederhana, cerita-cerita itu justru menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebaikan telah tumbuh di tengah keseharian mereka.
Aktivitas tersebut merupakan bagian dari program sosialisasi bertema Pembiasaan Perilaku Positif sebagai Cerminan Warga Negara yang Baik melalui Kotak Kebaikan yang digelar mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Bangka Belitung (UBB) di SD Negeri 62 Pangkalpinang.
Berbeda dari metode ceramah biasa, mahasiswa mengajak siswa untuk mengenali dan mengapresiasi tindakan baik yang pernah mereka lakukan sendiri.
Setelah seluruh kertas terkumpul, beberapa tulisan dipilih secara acak. Pemiliknya kemudian diminta maju ke depan kelas untuk menceritakan pengalaman tersebut di hadapan teman-teman mereka.
Suasana kelas pun berubah menjadi hangat. Anak-anak yang biasanya malu berbicara di depan umum tampak antusias mengangkat tangan dan ingin berbagi cerita.
“Kami ingin anak-anak sadar bahwa kebaikan tidak harus berupa hal besar. Membantu orang tua, menghormati guru, atau berbagi dengan teman juga merupakan bentuk perilaku positif yang harus dibiasakan,” ujar perwakilan mahasiswa, Ana Aprilia.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mencoba menanamkan nilai-nilai Pancasila dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak-anak. Tidak hanya memahami teori, siswa diajak merefleksikan pengalaman mereka sendiri sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diingat.
Perwakilan sekolah, Lulu Mutaminah, SPd., mengapresiasi metode yang digunakan mahasiswa. Menurutnya, pendekatan “Kotak Kebaikan” membuat siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran karakter.
“Anak-anak tidak hanya mendengar materi, tetapi juga mengingat dan menceritakan pengalaman baik yang pernah mereka lakukan. Ini membuat nilai-nilai karakter lebih mudah tertanam,” ujarnya.
Kegiatan yang merupakan implementasi mata kuliah Pendidikan Pancasila dan Pendidikan Kewarganegaraan ini diharapkan mampu membangun kebiasaan positif sejak dini. Dengan cara sederhana, mahasiswa UBB ingin menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan setiap hari.
Sebab, dari secarik kertas yang dimasukkan ke dalam kotak itulah, tumbuh kesadaran bahwa menjadi pribadi baik ternyata bisa dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar mereka.