Anak Nelayan hingga Putra Petani Tinggalkan Kampung Demi Beasiswa PT Timah, Kejar Mimpi Raih Masa Depan

    BANGKA, INTRIK.ID – Langkah kaki 36 pelajar dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Riau menuju Kelas Beasiswa PT Timah (Persero) Tbk di SMAN 1 Pemali bukan sekadar perpindahan tempat belajar. Mereka rela meninggalkan keluarga dan kampung halaman demi mengejar pendidikan yang lebih baik serta mewujudkan cita-cita.

    Di balik koper yang mereka bawa, tersimpan harapan besar dari orang tua dan impian untuk mengubah masa depan melalui program Kelas Beasiswa PT Timah, yang selama ini telah membuka akses pendidikan bagi generasi muda berprestasi dari keluarga kurang mampu.

    Salah satunya adalah Kirana, siswi asal SMP Negeri 1 Selat Nasik, Kabupaten Belitung. Putri seorang nelayan di Desa Petaling, Kecamatan Selat Nasik itu mengaku mengikuti program tersebut karena ingin memperluas wawasan sekaligus membangun relasi yang dapat menunjang pendidikannya.

    “Cita-cita saya ingin menjadi guru. Saya ingin belajar lebih banyak dan mendapatkan lingkungan yang bisa membantu saya berkembang,” ujarnya saat kegiatan serah terima peserta didik baru Kelas Beasiswa PT Timah di SMAN 1 Pemali.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Meski harus berpisah dengan keluarga untuk pertama kalinya, Kirana memahami keputusan tersebut merupakan jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

    “Saya sedih karena baru pertama kali jauh dari orang tua. Ayah dan ibu juga sedih, tetapi mereka selalu bilang harus semangat karena kondisi ekonomi keluarga memang terbatas. Pesan mereka sederhana, supaya saya baik-baik dengan teman-teman dan fokus belajar,” katanya.

    Ia berharap program Kelas Beasiswa PT Timah terus berlanjut agar semakin banyak anak-anak berprestasi dari keluarga sederhana memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik.

    Semangat serupa ditunjukkan Nindy Syahputri, siswi asal MTsN Karimun, Kepulauan Riau. Ia mengenal program tersebut dari teman kakaknya yang merupakan alumni Kelas Beasiswa PT Timah.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Anak kedua dari tiga bersaudara itu bercita-cita menjadi guru dan ingin memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengembangkan potensi diri.

    “Saya ingin lebih fokus belajar, mengembangkan potensi diri, dan suatu hari nanti bisa menjadi guru yang bermanfaat bagi banyak orang,” tuturnya.

    Ayah Nindy bekerja sebagai buruh bangunan, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga. Meski harus berpisah dengan keluarga, ia mendapat dukungan penuh dari kedua orang tuanya.

    “Orang tua bilang saya harus mencoba. Kalau memang rezeki pasti berhasil. Saya memang sedih karena belum pernah sejauh ini dari mereka, tetapi ini untuk masa depan,” ujarnya.

    Ia pun menyampaikan apresiasi kepada PT Timah yang telah memberikan kesempatan baginya menjadi bagian dari keluarga besar Pemali Boarding School.

    “Program ini sangat membantu keluarga kami dan menjadi jalan saya untuk meraih cita-cita,” katanya.

    Rasa syukur juga dirasakan Aqila Mumtaz, lulusan SMP Negeri 2 Pangkalpinang. Ia mengaku tidak menyangka berhasil lolos setelah melewati berbagai tahapan seleksi, mulai dari tes akademik hingga psikotes.

    “Bagi saya ini luar biasa. Awalnya hanya mencoba, ternyata bisa lolos. Saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan ini,” ucapnya.

    Aqila menargetkan dapat melanjutkan pendidikan ke Universitas Gadjah Mada (UGM) dan bercita-cita menjadi seorang diplomat.

    “Semoga saya bisa belajar dengan sungguh-sungguh, masuk PTN impian, dan suatu saat nanti menjadi diplomat,” katanya optimistis.

    Sementara itu, M. Afiq Arsyad, lulusan SMP Negeri 3 Rangsang, Kepulauan Meranti, mengikuti program tersebut atas rekomendasi sekolahnya.

    Putra seorang petani itu mengaku kesempatan belajar di Pemali Boarding School menjadi jawaban atas keterbatasan ekonomi keluarganya.

    “Orang tua saya usianya sudah di atas 50 tahun. Mereka tetap mendukung saya walaupun harus jauh dari rumah. Bahkan ini pertama kalinya saya naik pesawat,” ujarnya sambil tersenyum.

    Afiq yang bercita-cita menjadi guru berharap dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengukir prestasi sekaligus meraih masa depan yang lebih baik.

    “Saya berharap PT Timah terus melanjutkan program ini karena sangat membantu anak-anak berprestasi seperti saya. Semoga saya bisa belajar dengan baik dan mengukir prestasi di sini,” tutupnya. (*)

    Sumber: PT Timah Tbk

    Mungkin Suka Ini juga:
    Kasak Kusuk Mencari Kambing Hitam

    Kasak Kusuk Mencari Kambing Hitam

    PT Timah Bantu Rampungkan Panggung Literasi SMPN 2 Pangkalan Baru, Ruang Kreativitas Siswa Segera Terwujud

    PT Timah Bantu Rampungkan Panggung Literasi SMPN 2 Pangkalan Baru, Ruang Kreativitas Siswa Segera Terwujud

    Ingin Ringankan Beban Orang Tua, Siswa Pangkalpinang Lolos Seleksi Kelas Beasiswa PT Timah

    Ingin Ringankan Beban Orang Tua, Siswa Pangkalpinang Lolos Seleksi Kelas Beasiswa PT Timah

    PAUD Bunaya Kini Punya WiFi dan TV, PT Timah Perkuat Pembelajaran Anak Usia Dini

    PAUD Bunaya Kini Punya WiFi dan TV, PT Timah Perkuat Pembelajaran Anak Usia Dini

    Kenalkan Bahaya Api Sejak Dini, PT Timah Ajak Siswa TK Belajar Pencegahan Kebakaran

    Kenalkan Bahaya Api Sejak Dini, PT Timah Ajak Siswa TK Belajar Pencegahan Kebakaran

    Lewat Permainan, Pelajar Bangka Diajak Melihat Sisi Lain Lahan Bekas Tambang

    Lewat Permainan, Pelajar Bangka Diajak Melihat Sisi Lain Lahan Bekas Tambang