
INTRIK.ID – Istilah “Kambing Hitam” (bahasa Inggris: Scapegoat) adalah sebuah idiom yang digunakan untuk menggambarkan seseorang atau suatu pihak yang disalahkan atas kesalahan, kegagalan, atau kemalangan orang lain, biasanya untuk mengalihkan perhatian dari pelaku yang sebenarnya. Idiom adalah cara bahasa mengekspresikan sesuatu secara kiasan agar penyampaiannya terasa lebih kaya, berwarna, atau sopan.
menurut beberapa sumber penjelasan mendalam mengenai asal-usul istilah kambing hitam, memiliki akar sejarah dan religius sangat tua, berasal dari tradisi kuno tercatat dalam Kitab Imamat (Kitab Suci Ibrani/Perjanjian Lama). Ritual Hari Penebusan (Yom Kippur): Dalam tradisi tersebut, pemuka agama akan memilih dua ekor kambing. Proses Ritual: Kambing pertama dikorbankan, sedangkan kambing kedua secara simbolis “ditumpangi” seluruh dosa dan kesalahan umat.
Dibuang ke Padang Pasir: Kambing kedua ini kemudian dilepaskan atau dibuang ke padang pasir (ke hadapan makhluk bernama Azazel) sebagai lambang bahwa dosa-dosa masyarakat telah dibawa pergi dan dihapuskan. Seiring berjalannya waktu, makna ritual keagamaan ini bergeser menjadi metafora sosial dan politik.
Mengapa Seseorang Bisa Dikatakan Kambing Hitam?
Dalam psikologi dan sosiologi, fenomena mencari kambing hitam (scapegoating) biasanya terjadi karena beberapa alasan , Pengalihan Tanggung Jawab: Pelaku asli enggan mengakui kesalahan atau menghadapi konsekuensi. Mencari Solusi Instan: Menunjuk satu orang bersalah jauh lebih mudah daripada memperbaiki sistem yang rusak. Melindungi Pihak Berkuasa: Seringkali bawahan atau pihak yang lemah dikorbankan untuk menjaga reputasi atasan atau kelompok mayoritas. Kesimpulan dari istilah Kambing Hitam: Orang yang tidak bersalah tetapi dipaksa menanggung kesalahan orang lain.