Tak Hanya Soal Narkoba, Remaja Sungai Selan Diajak Waspada ‘Jebakan’ Media Sosial yang Bisa Merusak Masa Depan

    INTRIK.ID, SUNGAI SELAN – Ancaman bagi remaja saat ini tidak hanya datang dari narkoba atau pergaulan bebas. Di era digital, media sosial juga bisa menjadi pintu masuk berbagai pengaruh negatif yang berpotensi mengganggu masa depan generasi muda.

    Kesadaran itulah yang coba ditanamkan mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung kepada puluhan siswa SMA Negeri 1 Sungai Selan melalui seminar edukasi bertajuk “Remaja Berdaya, Masa Depan Terjaga”, Senin (15/6/2026).

    Sebanyak 50 siswa mengikuti kegiatan yang membahas persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari, mulai dari bahaya narkoba, kenakalan remaja, hingga penggunaan media sosial secara bijak.

    Dalam pemaparannya, Bussyaeri mengingatkan bahwa banyak kasus hukum yang melibatkan remaja berawal dari keputusan kecil yang dianggap sepele.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Remaja harus memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Jangan sampai masa depan rusak karena salah memilih pergaulan atau mencoba hal-hal yang berisiko,” ujarnya.

    Sementara itu, pemateri dari mahasiswa KPI IAIN SAS Babel, Melisa, mengajak siswa lebih kritis dalam menggunakan media sosial.

    Menurutnya, tidak sedikit remaja yang tanpa sadar terjebak dalam perilaku negatif akibat pengaruh konten digital, mulai dari perundungan, penyebaran informasi palsu, hingga tekanan sosial untuk mengikuti tren yang tidak sehat.

    Salah satu peserta seminar, Fahira, mengaku materi yang disampaikan terasa sangat dekat dengan kehidupan pelajar saat ini.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Yang dibahas bukan hanya teori. Banyak hal yang memang kami hadapi sehari-hari, terutama soal media sosial dan pergaulan,” katanya.

    Kepala SMA Negeri 1 Sungai Selan, Nelly Yuliana, berharap kegiatan semacam ini dapat membantu siswa membangun kesadaran untuk lebih bertanggung jawab terhadap setiap pilihan yang mereka ambil.

    Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan gaya hidup remaja, seminar ini menjadi pengingat bahwa menjaga masa depan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, semuanya berawal dari kemampuan mengatakan “tidak” pada hal yang salah dan “ya” pada pilihan yang lebih baik. (*)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Belajar Toleransi Lewat Balon dan Permainan, Anak-anak Batu Belubang Diajak Merawat Keberagaman Sejak Dini

    Belajar Toleransi Lewat Balon dan Permainan, Anak-anak Batu Belubang Diajak Merawat Keberagaman Sejak Dini

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Tak Mau Anak Desa Gagal Kuliah karena Biaya, Kades Perlang Jemput Bola Daftarkan Tiga Warga ke Kampus

    Tak Mau Anak Desa Gagal Kuliah karena Biaya, Kades Perlang Jemput Bola Daftarkan Tiga Warga ke Kampus

    Tak Semua Pulang Membawa Piala, Tapi Semua Pulang Membawa Pelajaran dari Porsema III

    Tak Semua Pulang Membawa Piala, Tapi Semua Pulang Membawa Pelajaran dari Porsema III

    Juara Terus, Siswa Menyusut: Paradoks yang Menghantui SMKN 1 Koba

    Juara Terus, Siswa Menyusut: Paradoks yang Menghantui SMKN 1 Koba

    Empat Tahun Tak Terkalahkan, Jurusan Welding SMKN 1 Koba Kian Kokoh Jadi Raja LKS Babel

    Empat Tahun Tak Terkalahkan, Jurusan Welding SMKN 1 Koba Kian Kokoh Jadi Raja LKS Babel