
BANGKA BELITUNG, INTRIK.ID – Prosesi Wisuda ke-37 Universitas Bangka Belitung (UBB) bukan sekadar seremoni akademik. Di hadapan ratusan lulusan, Rektor UBB Prof. Ibrahim menyampaikan pesan kuat agar para alumni tidak hanya berorientasi mengejar pekerjaan, tetapi mampu menghadirkan solusi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Rektor Universitas Bangka Belitung (UBB), Prof. Ibrahim, menegaskan bahwa gelar sarjana merupakan awal dari pengabdian, bukan akhir dari proses belajar. Menurutnya, lulusan UBB harus mampu menjadi agen perubahan yang memberikan kontribusi bagi daerah, bangsa, dan masyarakat luas.
Pesan tersebut disampaikan dalam Wisuda ke-37 UBB yang digelar di Kampus Terpadu Balunijuk, Rabu (29/7/2026).
Momentum wisuda kali ini menjadi tonggak bagi para lulusan untuk memasuki dunia profesional dengan bekal ilmu pengetahuan, karakter, dan integritas.
Dalam sambutannya, Prof. Ibrahim mengingatkan bahwa tantangan dunia kerja saat ini semakin kompetitif akibat perkembangan teknologi, digitalisasi, hingga kecerdasan buatan (AI). Karena itu, lulusan tidak boleh cepat berpuas diri hanya karena telah menyelesaikan pendidikan tinggi.
“Ilmu yang diperoleh di bangku kuliah harus menjadi manfaat bagi masyarakat. Jadilah pribadi yang terus belajar, beradaptasi, dan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitar,” pesannya.
Rektor juga menekankan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari jabatan maupun penghasilan, melainkan dari sejauh mana seseorang mampu memberikan dampak positif bagi orang lain.
Sementara itu, rangkaian kegiatan menjelang wisuda juga diisi Seminar Karier dan Kewirausahaan yang menghadirkan berbagai pembekalan bagi calon alumni agar siap menghadapi dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri. Seminar tersebut diikuti sekitar 435 calon wisudawan sebagai bagian dari upaya UBB mencetak lulusan yang adaptif dan berdaya saing.
UBB berharap para alumni mampu menjadi duta kampus di tengah masyarakat dengan menjaga nama baik almamater, menjunjung etika, serta terus meningkatkan kompetensi sepanjang hayat.
Dengan bekal pendidikan yang telah diperoleh, para lulusan diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang, inovator, serta motor penggerak pembangunan di Bangka Belitung maupun Indonesia.