Kelompok Nelayan Penganak Dapat Mesin Tempel hingga Kawat Bubu

    INTRIK.ID, BANGKA BARAT — Kelompok Nelayan Penganak Air Gantang, Desa Air Gantang, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat mendapatkan bantuan berupa alat tangkap dari PT Timah Tbk.

    Bantuan untuk nelayan merupakan program rutin yang dilaksanakan PT Timah Tbk bagi kelompok nelayan di wilayah operasional Perusahaan, dengan bantuan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Bantuan yang disalurkan PT Timah Tbk meliputi kawat bubu, tali untuk pembuatan rumpon, serta satu unit mesin tempel berkekuatan 9,5 PK. Peralatan ini disesuaikan dengan kebutuhan nelayan setempat yang mayoritas menggunakan alat tangkap tradisional seperti bubu dan rumpon.

    Ketua Kelompok Nelayan Penganak Air Gantang, Harman, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan nelayan di wilayah pesisir Air Gantang, khususnya Dusun Penganak yang letaknya berdekatan langsung dengan laut.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Kelompok Nelayan Penganak merupakan kelompok nelayan yang anggotanya mencapai hampir 100 orang yang berasal dari beberapa dusun, di antaranya Dusun Penganak.

    “Kebutuhan nelayan di sini seperti pasang bubu dan membuat rumpon. Mesin tempel juga sangat membantu nelayan yang sebelumnya hanya bisa bergerak di sekitar pinggir karena mesinnya kecil,” ujar Harman.

    Ia menjelaskan, mesin tempel tersebut tidak dimiliki secara pribadi, melainkan digunakan secara bergiliran oleh anggota kelompok. Skema ini diterapkan agar bantuan benar-benar memberi manfaat bagi seluruh anggota kelompok.

    “Kalau sesuai aturan kelompok, bantuan ini tidak boleh dimiliki perorangan. Digilir agar semua nelayan bisa merasakan manfaatnya. Jadi benar-benar untuk kepentingan bersama,” tambahnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Harman mengatakan, di wilayah Penganak aktivitas pertambangan dengan nelayan di laut dapat berdampingan.

    “Kalau dikelola dengan baik, aktivitas pertambangan dan nelayan di laut bisa saling berdampingan. Ini jadi dua sumber ekonomi masyarakat yang bisa berjalan bersama, asal saling pengertian,” kata Harman.

    Atas bantuan tersebut, pengurus dan anggota Kelompok Nelayan Penganak menyampaikan apresiasi kepada PT Timah Tbk.

    “Kami sangat berterima kasih atas perhatian PT Timah. Harapannya, hasil kelompok nelayan bisa semakin terbantu dan kesejahteraan anggota meningkat,” tutupnya.(*)

    Sumber: PT Timah

    Mungkin Suka Ini juga:
    Bayi 8 Bulan Asal Belitung Jalani Pengobatan di Jakarta, Bantuan PT Timah Ringankan Beban Keluarga

    Bayi 8 Bulan Asal Belitung Jalani Pengobatan di Jakarta, Bantuan PT Timah Ringankan Beban Keluarga

    45 Santri Belajar di Tengah Keterbatasan Ruang Kelas, PT Timah Bantu Pesantren Tahfiz Belitung

    45 Santri Belajar di Tengah Keterbatasan Ruang Kelas, PT Timah Bantu Pesantren Tahfiz Belitung

    Masih Beralaskan Tanah, Warga Maropokot Terima Bantuan Tikar dari Tim ERG PT Timah

    Masih Beralaskan Tanah, Warga Maropokot Terima Bantuan Tikar dari Tim ERG PT Timah

    Pemkab Karimun Sentil Program PPM: Jangan Berhenti Saat Bantuan Diserahkan

    Pemkab Karimun Sentil Program PPM: Jangan Berhenti Saat Bantuan Diserahkan

    70 Persen Warga Tanjung Medang Nelayan, PT Timah Didorong Garap Limbah Ikan Jadi Sumber Ekonomi

    70 Persen Warga Tanjung Medang Nelayan, PT Timah Didorong Garap Limbah Ikan Jadi Sumber Ekonomi

    Akses Kesehatan Terkendala Pascagempa, Tim ERG PT Timah Datangi Warga Boafeo

    Akses Kesehatan Terkendala Pascagempa, Tim ERG PT Timah Datangi Warga Boafeo

      Ikuti kami di Facebook