
INTRIK.ID, KEPULAUAN MERANTI — Di Desa Tanjung Medang, Kecamatan Rangsang, laut menjadi tumpuan hidup sebagian besar masyarakat. Sekitar 70 persen warga bekerja sebagai nelayan, tetapi potensi ekonomi dari hasil laut belum sepenuhnya tergarap.
Bukan hanya ikan dan udang yang bisa menghasilkan uang. Ikan rucah hingga kulit udang yang selama ini menjadi hasil samping produksi ebi juga dinilai masih memiliki peluang untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
Potensi itulah yang diharapkan masuk dalam pembaruan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) PT Timah (Persero) Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan pemerintah desa, Selasa (1/9/2026).
Pj. Kepala Desa Tanjung Medang, Suyatno, mengatakan masyarakat di wilayah Ring 1 tersebut telah merasakan sejumlah program TJSL PT Timah, mulai dari bantuan pendidikan, paket sembako, hewan kurban hingga penanaman mangrove.
Namun, ke depan ia berharap program pemberdayaan tidak hanya berhenti pada bantuan, tetapi semakin diarahkan untuk mengembangkan potensi ekonomi yang memang dimiliki masyarakat.
“Kami memiliki potensi hasil laut yang besar seperti udang dan ikan. Namun, sejauh ini limbah tangkapan seperti ikan rucah dan kulit udang dari produksi ebi belum termanfaatkan secara maksimal,” ujar Suyatno.