Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Caption: Ilustrasi gizi buruk. (Net)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 menjadi momentum refleksi bagi masyarakat Kabupaten Bangka Tengah. Di tengah berbagai kampanye pemenuhan hak anak, seorang bocah berusia 6 tahun di Kecamatan Sungaiselan justru ditemukan dalam kondisi kurang gizi dan hidup bersama keluarganya dalam keterbatasan.

    Mirisnya, rumah yang ditempati keluarga tersebut diketahui belum memiliki aliran listrik. Kondisi itu membuat kehidupan sehari-hari mereka berlangsung dalam keterbatasan.

    Informasi mengenai kondisi anak tersebut pertama kali diketahui warga sekitar. Apek (35), salah seorang warga, mengaku prihatin setelah melihat kondisi anak tersebut.

    “Rumahnya gelap, tidak ada listrik. Makan sehari-hari juga susah. Anaknya kurus sekali. Tapi setahu saya keluarga ini baru di sini,” kata Apek, Selasa (22/7/2026).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Bangka Tengah, Wiwik Susanti, membenarkan adanya penanganan terhadap anak tersebut.

    Menurut Wiwik, setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan kondisi anak mendapatkan penanganan medis.

    “Anak tersebut sudah ditangani Dinas Kesehatan melalui bidan desa. Saat ini anaknya sudah dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Primaya untuk mendapatkan perawatan intensif,” jelas Wiwik.

    Ia mengatakan, penanganan tidak hanya dilakukan dari sisi kesehatan. Pemerintah daerah bersama Dinas Kesehatan, puskesmas, pemerintah desa, dan pihak terkait lainnya akan terus memantau kondisi anak serta keluarganya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Selain pendampingan kesehatan dan gizi, bantuan sosial juga diupayakan untuk membantu meringankan beban keluarga.

    Wiwik menegaskan, masyarakat memiliki peran penting dalam memastikan anak-anak yang berada dalam kondisi rentan segera mendapatkan bantuan.

    “Jangan tunggu parah dulu. Kalau ada anak yang butuh bantuan, segera sampaikan ke desa, bidan, atau kami di DPPKBP3A,” tegasnya.

    Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak anak masih membutuhkan perhatian bersama. Kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, layanan kesehatan, tempat tinggal yang layak, dan lingkungan yang aman merupakan bagian penting dari tumbuh kembang anak.

    Di momentum Hari Anak Nasional, kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian serius agar tidak ada lagi anak yang luput dari pemantauan dan hidup dalam keterbatasan tanpa mendapatkan pendampingan yang memadai.

    Pemerintah daerah diharapkan memastikan penanganan terhadap anak dan keluarganya dilakukan secara berkelanjutan, sehingga bantuan yang diberikan tidak berhenti pada penanganan medis, tetapi juga menyentuh aspek sosial dan kebutuhan dasar keluarga.

    Mungkin Suka Ini juga:
    BREAKING NEWS: Siswa SMA Kelas XII di Sungaiselan Meninggal Dunia

    BREAKING NEWS: Siswa SMA Kelas XII di Sungaiselan Meninggal Dunia

    Pekerja Tewas Terjatuh saat Pasang Plafon Proyek KDMP Simpang Katis

    Pekerja Tewas Terjatuh saat Pasang Plafon Proyek KDMP Simpang Katis

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    BREAKING NEWS: Truk Bermuatan Beras Terlibat Kecelakaan di Tanjakan Jelutung 1, Pengendara Motor Meninggal Dunia

    BREAKING NEWS: Truk Bermuatan Beras Terlibat Kecelakaan di Tanjakan Jelutung 1, Pengendara Motor Meninggal Dunia

    Empat Hari Digelar, Lubuk Expo Vol. 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak UMKM

    Empat Hari Digelar, Lubuk Expo Vol. 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak UMKM