736 Karya Masuk MediaMIND 2026, Isu Tambang Makin Menarik Dibedah dari Banyak Sisi

    INTRIK.ID, BABEL – Industri pertambangan tak lagi cukup dilihat dari berapa banyak mineral yang ditambang. Hilirisasi, lingkungan, ekonomi masyarakat hingga transparansi pengelolaan sumber daya alam kini menjadi ruang yang semakin luas untuk dibedah melalui karya jurnalistik.

    Gambaran itu mengemuka dalam Sosialisasi MediaMIND 2026 yang digelar MIND ID bersama PT Timah (Persero) Tbk di Graha Timah, Pangkalpinang, Rabu (9/9/2026).

    Kegiatan yang diikuti jurnalis dari berbagai media di Bangka Belitung serta mahasiswa tersebut menghadirkan Division Head of CSR PT Timah Rahmat Taufik, Corporate Communication MIND ID M. Richard, serta jurnalis ANTARA Yusuf Dzul Ikram sebagai narasumber.

    MediaMIND 2026 mengusung tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Negeri”. Kompetisi ini membuka enam subtema, yakni ekonomi dan investasi, ESG dan green mining, hilirisasi, industrialisasi dan ketahanan mineral Indonesia, kontribusi sosial masyarakat, serta transformasi dan inovasi.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    736 Karya, Isu Tambang Tak Pernah Sepi

    Jurnalis ANTARA Yusuf Dzul Ikram mengatakan antusiasme terhadap MediaMIND terus meningkat. Pada penyelenggaraan 2026, sebanyak 736 karya tercatat mengikuti kompetisi tersebut.

    “Jumlah karya yang masuk terus bertambah. Ini menunjukkan semakin banyak orang yang tertarik dengan isu pertambangan dalam perspektif jurnalistik,” katanya.

    Menurut Yusuf, meningkatnya jumlah karya juga menunjukkan isu pertambangan memiliki banyak sisi yang dapat dikembangkan oleh jurnalis maupun mahasiswa.

    Ia berharap karya yang lahir tidak berhenti pada pemberitaan informatif, tetapi mampu menghadirkan perspektif berbeda, liputan mendalam dan cerita yang lebih beragam tentang industri pertambangan Indonesia.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Tambang Masuk Babak Hilirisasi

    Corporate Communication MIND ID M. Richard mengatakan industri pertambangan Indonesia kini memasuki babak baru melalui hilirisasi.

    Menurutnya, pengelolaan mineral tidak seharusnya berhenti pada proses penambangan. Sumber daya mineral perlu diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga mampu memperkuat industri dan kemampuan teknologi nasional.

    “Babak baru yang kita bangun adalah hilirisasi yang terintegrasi. Pengembangan industri hilir juga menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan nilai ekonomi sumber daya alam sekaligus membangun kemampuan teknologi dan industri nasional,” katanya.

    Karena itu, ia menilai media memiliki ruang luas untuk menggali isu pertambangan dari berbagai perspektif.

    Bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana mineral dikelola, sejauh mana hilirisasi berjalan, bagaimana dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat, serta kontribusinya terhadap pembangunan.

    PT Timah Paparkan Kinerja dan TJSL

    Dalam sosialisasi tersebut, Division Head CSR PT Timah Rahmat Taufik turut memaparkan perkembangan kinerja perusahaan dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi operasional maupun finansial.

    Ia menyampaikan, kinerja PT Timah menunjukkan tren positif. Salah satunya tercermin dari capaian laba perusahaan pada semester I 2026 yang mencapai sekitar Rp2,71 triliun.

    Rahmat juga menjelaskan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Timah yang menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial budaya hingga pengembangan masyarakat.

    “Jadi kita tidak hanya menambang, tetapi juga memberikan manfaat sekitar. Dalam program CSR kita berusaha menjangkau penerima manfaat lebih luas sehingga berdampak bagi perekonomian yang ada di Bangka Belitung,” ujarnya.

    Jurnalis dan Mahasiswa Tertarik

    Sosialisasi tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salah satu jurnalis, Riki, menilai kegiatan tersebut memberikan wawasan baru sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan karya jurnalistik terkait pertambangan.

    “Kami menyambut baik kegiatan ini, karena banyak ilmu pengetahuan dan hadiah hiburan yang didapat. Dan tentunya MediaMIND menjadi ajang lomba yang menarik dan semoga berlanjut di tahun mendatang,” katanya.

    Jurnalis lainnya, Elza, mengaku kembali tertarik mengikuti MediaMIND 2026 setelah tahun sebelumnya turut mengirimkan karya.

    “Sangat tertarik untuk ikut MediaMIND 2026, tahun lalu juga ikut. Kita berharap perlombaan seperti ini tidak hanya dilaksanakan satu tahun sekali tapi lebih sering karena isu pertambangan khususnya timah memiliki banyak dampak bagi perekonomian masyarakat Bangka Belitung,” katanya.

    Ketertarikan juga datang dari kalangan mahasiswa. Zambiatun Hasanah dari Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung menilai sosialisasi tersebut memperluas pemahamannya mengenai tata kelola pertambangan, khususnya terkait hilirisasi.

    “Sebagai mahasiswa, kita harus berperan aktif melihat transparansi pengelolaan pertambangan dan ikut mengedukasi masyarakat luas melalui platform media sosial,” ungkapnya.

    Dalam kegiatan tersebut, PT Timah juga memberikan apresiasi kepada sejumlah jurnalis dan media di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dinilai aktif, produktif, interaktif serta memiliki jangkauan pemberitaan luas. (*)

    Sumber: PT Timah Tbk

    Mungkin Suka Ini juga:
    Koperasi Desa Puput Sudah Siapkan Lahan, Kini Menanti Kemitraan dengan PT Timah

    Koperasi Desa Puput Sudah Siapkan Lahan, Kini Menanti Kemitraan dengan PT Timah

    3 Hari Explore Babel, 119 UMKM Raup Transaksi Hampir Rp1 Miliar

    3 Hari Explore Babel, 119 UMKM Raup Transaksi Hampir Rp1 Miliar

    Explore Babel 2026 Dibuka, BI Dorong Kekayaan Babel Naik Kelas Lewat UMKM dan Ekonomi Kreatif

    Explore Babel 2026 Dibuka, BI Dorong Kekayaan Babel Naik Kelas Lewat UMKM dan Ekonomi Kreatif

    UMKM Bangka Belitung Bawa Potensi Lokal ke Panggung Nasional KKI 2026

    UMKM Bangka Belitung Bawa Potensi Lokal ke Panggung Nasional KKI 2026

    Investasi, Langkah Menuju Merdeka Finansial

    Investasi, Langkah Menuju Merdeka Finansial

    Pedagang Pasar Koba Menjerit, Harga Sembako Naik dan Omzet Anjlok

    Pedagang Pasar Koba Menjerit, Harga Sembako Naik dan Omzet Anjlok

      Ikuti kami di Facebook