
INTRIK.ID, BABEL — Peluang kemitraan dengan PT Timah (Persero) Tbk mulai ditangkap koperasi desa sebagai jalan untuk mengembangkan ekonomi masyarakat. Di Kabupaten Bangka Tengah, Koperasi Desa Puput bahkan mengaku telah menyiapkan pengurus dan lahan, tinggal menunggu tahapan berikutnya.
Hal itu disampaikan Ketua Koperasi Desa Puput, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Willy Ertiana Dewi, saat mengikuti Sosialisasi Kemitraan PT Timah dengan Koperasi Merah Putih dan Koperasi Pertambangan di Kantor Layanan Koperasi Binaan PT Timah, Pangkalpinang, Kamis (3/9/2026).
“Senang diundang di acara sosialisasi hari ini. Kegiatan ini bagus untuk perkembangan koperasi desa kami. Untuk kepengurusan kami sudah siap, lahan juga sudah siap, dan saat ini masih menunggu langkah selanjutnya serta hal-hal yang berkaitan dengan mekanisme kemitraan,” kata Willy.
Menurutnya, kemitraan tersebut berpeluang memberikan dampak ekonomi bagi koperasi sekaligus desa, terlebih Desa Puput berada di wilayah yang memiliki potensi pertambangan.
“Melalui kemitraan ini kami sangat berterima kasih kepada PT Timah. Kerja sama seperti ini bagus untuk meningkatkan penghasilan koperasi, terutama desa. Desa Puput ini kan banyak timahnya. Mudah-mudahan ke depan antara koperasi dan PT Timah, insyaallah, dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sosialisasi tersebut diikuti pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari Pangkalpinang dan Bangka Tengah. Mereka mendapat penjelasan mengenai peluang kemitraan, mekanisme kerja sama, persyaratan, hingga kesiapan yang perlu dipenuhi sebelum menjalin kerja sama dengan PT Timah.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Arie Primajaya, mengatakan koperasi harus mampu berkembang sebagai entitas ekonomi yang produktif, bukan hanya berdiri secara kelembagaan.
“Sosialisasi ini merupakan bentuk pendampingan kepada kawan-kawan anggota koperasi. Kami berharap kepengurusan koperasi semakin handal dalam menjalankan KDKMP. Karena koperasi ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat,” kata Arie.
Ia juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia koperasi. Menurutnya, pengurus harus menguasai administrasi dan manajemen sekaligus mampu mengembangkan usaha serta memasarkan produk.
“Saya harap sumber daya manusia yang menjadi pengurus KDKMP ini handal, bukan hanya dalam administrasi dan pengelolaan manajemen, tetapi juga dalam hal pemasaran,” katanya.
Bagi koperasi, kesiapan administratif menjadi salah satu pintu awal sebelum kemitraan berjalan.
Willy mengatakan sosialisasi tersebut membantu pengurus memahami aspek legalitas dan administrasi yang harus disiapkan. Ia juga mengapresiasi informasi mengenai fasilitasi KBLI dalam proses persiapan koperasi.
“Terima kasih PT Timah yang selalu mendukung koperasi kami. Dari paparan tadi kami juga mendengar kalau KBLI digratiskan oleh PT Timah. Sebab KBLI ini yang akan dilakukan di awal, setelah itu urusan lainnya mengalir mengikuti alur yang ditetapkan,” katanya.
Kegiatan serupa sebelumnya telah dilakukan PT Timah di wilayah operasional lainnya, termasuk Kabupaten Bangka Barat. Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya membuka ruang kemitraan antara perusahaan dan koperasi dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat.(*)
Sumber: PT Timah Tbk