Warga Keluhkan Tak Ada Lagi Kemeriahan HUT RI di Koba

    Foto: ist

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Hari ini ramai Masyarakat Indonesia menggemakan kata Merdeka yang menandakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) yang ke-77.

    Biasanya momentum 17an ini dirayakan dengan pawai, karnaval dan perlombaan-perlombaan antar RT untuk merayakan HUT RI ini.

    Namun, sejak beberapa tahun ini tidak ada perlombaan apapun yang membuat momen HUT RI terasa ada yang hilang di Kota Koba.

    Hal itu disampaikan Siah, warga RT. 06, Kaling. 01, Kelurahan Koba pada, Rabu (17/8/2022).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Momen kemerdekaan ini seperti ada yang hilang. Udah beberapa tahun gak ada perlombaan antar RT seperti biasanya, ” ucapnya kepada intrik.id.

    Wanita 63 tahun itu menuturkan, selama beberapa tahun ini momen HUT RI seakan tak seseru biasanya. Gairah dalam menyambut HUT RI seakan hilang.

    “Dulu tuh orang berbondong-bondong masang bendera depan rumah. Terus kalau sudah dekat 17an udah mulai ada sumbangan setiap rumah untuk mengadakan lomba 17an. Sekarang orang-orang seakan gak punya semangat itu,” tuturnya.

    Ia menceritakan, setiap 17an selalu menunggu lomba sepak bola pakai daster yang membuat perut terkocok saat menontonnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Dulu itu seru, lomba paling ditunggu lomba main bola pakai daster. Ada yang suaminya pakai daster kebesaran, ada yang kekecilan. Terus mereka bergaya kayak istrinya. Ada yang dimarahi istrinya karena dasternya sobek. Pulang-pulang istrinya marah terus sampai mengocok perut,” cerita Siah dengan semangat.

    “Terus malam kita karaoke dan bagikan hadiah. Dulu saya menang juara 1 karaoke antar Kaling. Bangga banget. Jadi cerita besoknya. Ada yang bisa diceritakan pokoknya,” lanjutnya.

    Ia juga mengatakan, masih ada beberapa RT yang mempertahankan lomba seperti itu untuk menjaga semangat kemerdekaan tersebut.

    “Setahu saya kampung Keranggan masih ada perayaan 17an kalau di Koba. Cma emang covid kemarin gak ada. Pawai dan karnavak juga katanya tahun ini ada setelah 2 tahun gak ada. Ya saya masih pengen nonton walau sudah tua karena itulah yang menjaga nasionalis kita,” katanya.

    Ia juga menilai, anak-anak sekarang kurang dipupuk rasa nasionalis sejak dini, sehingga momentum seperti ini tidak terasa berharga.

    “Yah hilangnya budaya, perayaan perlahan mengikis nasionalis anak muda sekarang. Harusnya kita harus memupuk rasa nasionalis mereka sejak dini. Namun sayang, nasionalis kita mulai terkikis di generasi ini,” tutupnya.(Erwin)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Sejumlah Anggota DPRD Bangka Tengah Tinggalkan Ruang Saat Pidato Kenegaraan, Ini Alasannya

    Sejumlah Anggota DPRD Bangka Tengah Tinggalkan Ruang Saat Pidato Kenegaraan, Ini Alasannya

    Jembatan Garuda Pangkas Jalan Warga Dul-Beluluk, Akses Sekolah dan Puskesmas Kini Lebih Dekat

    Jembatan Garuda Pangkas Jalan Warga Dul-Beluluk, Akses Sekolah dan Puskesmas Kini Lebih Dekat

    30 Tenaga Konstruksi Bangka Tengah Digembleng dan Disertifikasi, K3 Jadi Sorotan

    30 Tenaga Konstruksi Bangka Tengah Digembleng dan Disertifikasi, K3 Jadi Sorotan

    1.389 KPM di Bangka Tengah Terindikasi Judol, Bansos Kemensos Dihentikan Sementara

    1.389 KPM di Bangka Tengah Terindikasi Judol, Bansos Kemensos Dihentikan Sementara

    Musim Kemarau, Armada Damkar dan BPBD Bangka Tengah Terbatas, Warga Minta Respons Bencana Diperkuat

    Musim Kemarau, Armada Damkar dan BPBD Bangka Tengah Terbatas, Warga Minta Respons Bencana Diperkuat

    Mobil Kopdes Merah Putih Tiba di Bangka Tengah, Namang Jadi Desa Pertama yang Terima

    Mobil Kopdes Merah Putih Tiba di Bangka Tengah, Namang Jadi Desa Pertama yang Terima

      Ikuti kami di Facebook