30 Tenaga Konstruksi Bangka Tengah Digembleng dan Disertifikasi, K3 Jadi Sorotan

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor konstruksi. Sebanyak 30 tenaga teknis mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi SKK Konstruksi Jenjang 4 yang digelar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-TR) Bangka Tengah selama dua hari, 12–13 Agustus 2026.

    Peserta berasal dari unsur pengawas lapangan, pelaksana, hingga teknisi spesifik yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi di Bangka Tengah.

    Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan tenaga konstruksi memiliki kompetensi yang terukur dan sesuai standar yang berlaku.

    Sertifikasi diselenggarakan oleh LSP GATAKI yang telah terakreditasi, dengan materi pembekalan teknis serta uji kompetensi bagi peserta.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Menariknya, pelatihan tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis. Aspek keselamatan kerja dan konsekuensi hukum dalam pekerjaan konstruksi turut menjadi perhatian.

    Kajari Bangka Tengah Petrus Andri Parlindungan Napitupulu hadir memberikan pembekalan mengenai “Sanksi Hukum Terhadap Pelanggaran K3 dalam Pekerjaan Konstruksi.”

    Kepala DPU-TR Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, mengatakan sertifikasi tersebut penting untuk memastikan pekerjaan konstruksi ditangani oleh tenaga yang memiliki kompetensi dan memahami standar keselamatan kerja.

    “Pelatihan dan Sertifikasi SKK Jenjang 4 ini kita gelar untuk membekali para pengawas lapangan, pelaksana dan teknisi kita. Tujuannya satu, agar pekerjaan konstruksi di Bangka Tengah dikerjakan oleh SDM yang kompeten, profesional, dan memahami aturan K3,” ujar Fani, Kamis (13/8/2026).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Menurutnya, keselamatan kerja tidak boleh dianggap sebagai sekadar pelengkap dalam pelaksanaan proyek.

    “Pak Kajari sudah menyampaikan materi tentang sanksi hukum pelanggaran K3. Ini jadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan kerja bukan main-main. Jika terjadi pelanggaran, ada konsekuensi hukumnya,” tegasnya.

    Fani meminta seluruh peserta tidak hanya mengejar sertifikat, tetapi benar-benar menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pekerjaan di lapangan.

    DPU-TR berharap peningkatan kompetensi tersebut dapat berdampak langsung terhadap kualitas pembangunan infrastruktur di Bangka Tengah, mulai dari aspek mutu, ketepatan waktu hingga keselamatan kerja.

    Dengan bertambahnya 30 tenaga konstruksi yang mengikuti sertifikasi, Pemkab Bangka Tengah menargetkan pekerjaan infrastruktur semakin profesional dengan standar keselamatan yang lebih baik dan mengarah pada prinsip zero accident.

    Mungkin Suka Ini juga:
    1.000 Pelari Siap Kuasai Koba, Healing Run 2026 Bawa Misi Sport Tourism

    1.000 Pelari Siap Kuasai Koba, Healing Run 2026 Bawa Misi Sport Tourism

    Mobil Damkar Pangkalan Baru Tua dan Rusak, Kini Harus “Ditarik” Armada Lebih Kecil

    Mobil Damkar Pangkalan Baru Tua dan Rusak, Kini Harus “Ditarik” Armada Lebih Kecil

    BAST & NPHD IJD 2023 Ditandatangani, Bangka Tengah Terima Hibah Jalan Senilai Rp69 Miliar

    BAST & NPHD IJD 2023 Ditandatangani, Bangka Tengah Terima Hibah Jalan Senilai Rp69 Miliar

    PWI Bangka Tengah Resmi Dilantik, UKW dan Digitalisasi Desa Jadi Program Prioritas

    PWI Bangka Tengah Resmi Dilantik, UKW dan Digitalisasi Desa Jadi Program Prioritas

    Kejar Jalan 17 Km Tanjung Pura–Sungai Selan, Algafri: Rekomendasi Kehutanan Sudah Dikantongi

    Kejar Jalan 17 Km Tanjung Pura–Sungai Selan, Algafri: Rekomendasi Kehutanan Sudah Dikantongi

    Kades se-Bangka Tengah Datangi PT Timah, Desak IUP Mangkrak Segera Dipangkas

    Kades se-Bangka Tengah Datangi PT Timah, Desak IUP Mangkrak Segera Dipangkas

      Ikuti kami di Facebook