
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Keterbatasan armada dan personel pemadam kebakaran serta penanggulangan bencana di Kabupaten Bangka Tengah kembali menjadi sorotan warga. Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah daerah, terlebih saat musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Keterbatasan armada disebut dapat menjadi kendala ketika terjadi kebakaran di sejumlah lokasi dalam waktu berdekatan. Petugas harus berbagi sumber daya untuk menangani laporan yang masuk, termasuk kebakaran yang berpotensi merembet ke permukiman warga.
Seorang warga Koba, Riyan (30), mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Menurutnya, masyarakat membutuhkan respons cepat ketika kebakaran terjadi, khususnya saat api mulai mendekati rumah warga.
“Pas musim kemarau kayak gini kebakaran di mana-mana. Damkar datangnya telat di beberapa titik karena mobilnya terbatas dan harus menangani banyak titik,” ujar Riyan.
Space Iklan/0853-1197-2121
Keluhan serupa disampaikan Dul (45), warga Simpang Perlang. Ia menilai BPBD dan Damkar memiliki peran vital karena tidak hanya menghadapi kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat lainnya seperti banjir dan pohon tumbang.
“BPBD sama Damkar ini paling berguna di mata masyarakat. Tapi kasihan juga lihat personelnya, mobilnya kurang, orangnya kurang. Pas api di sini belum padam, ada laporan api di desa lain. Ya jelas penanganannya bisa terlambat,” katanya.
Menurut warga, kebutuhan terhadap armada tambahan bukan hanya berkaitan dengan peningkatan pelayanan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat.
Terlebih saat musim kemarau, potensi karhutla dapat meningkat dan membutuhkan mobilisasi petugas secara cepat. Dalam beberapa penanganan, keterbatasan armada bahkan disebut membuat BPBD harus mendapatkan dukungan kendaraan dari pemerintah provinsi ketika kebakaran mengarah ke kawasan permukiman.
Kondisi tersebut memunculkan desakan agar Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mengevaluasi kebutuhan armada dan personel BPBD maupun Damkar secara menyeluruh.
Warga berharap pemerintah tidak hanya menambah kendaraan pemadam, tetapi juga memperkuat armada rescue, peralatan penanganan bencana serta jumlah personel agar kemampuan respons di lapangan semakin optimal.
“Jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru bergerak. Sekarang juga harus ditambah. Masyarakat butuh Damkar dan BPBD yang sigap,” tegas Dul.
Di tengah meningkatnya risiko bencana dan perubahan kondisi cuaca, keberadaan armada serta personel yang memadai menjadi bagian penting dalam sistem perlindungan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemkab Bangka Tengah belum memberikan keterangan mengenai jumlah ideal armada dan personel, kondisi kendaraan yang saat ini beroperasi, maupun rencana pengadaan armada serta penambahan personel BPBD dan Damkar.
Konfirmasi dari pemerintah daerah diperlukan untuk memastikan sejauh mana kebutuhan tersebut telah dipetakan dan langkah apa yang disiapkan untuk memperkuat pelayanan kebencanaan di Bangka Tengah. (*)