
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Keterbatasan armada dan personel pemadam kebakaran serta penanggulangan bencana di Kabupaten Bangka Tengah kembali menjadi sorotan warga. Kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah daerah, terlebih saat musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Keterbatasan armada disebut dapat menjadi kendala ketika terjadi kebakaran di sejumlah lokasi dalam waktu berdekatan. Petugas harus berbagi sumber daya untuk menangani laporan yang masuk, termasuk kebakaran yang berpotensi merembet ke permukiman warga.
Seorang warga Koba, Riyan (30), mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Menurutnya, masyarakat membutuhkan respons cepat ketika kebakaran terjadi, khususnya saat api mulai mendekati rumah warga.
“Pas musim kemarau kayak gini kebakaran di mana-mana. Damkar datangnya telat di beberapa titik karena mobilnya terbatas dan harus menangani banyak titik,” ujar Riyan.
Keluhan serupa disampaikan Dul (45), warga Simpang Perlang. Ia menilai BPBD dan Damkar memiliki peran vital karena tidak hanya menghadapi kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat lainnya seperti banjir dan pohon tumbang.
“BPBD sama Damkar ini paling berguna di mata masyarakat. Tapi kasihan juga lihat personelnya, mobilnya kurang, orangnya kurang. Pas api di sini belum padam, ada laporan api di desa lain. Ya jelas penanganannya bisa terlambat,” katanya.
Menurut warga, kebutuhan terhadap armada tambahan bukan hanya berkaitan dengan peningkatan pelayanan, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat.