
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Sebanyak 30 siswa SD/MI se-Kabupaten Bangka Tengah mengikuti Lomba Bertutur Tingkat Kabupaten Bangka Tengah Tahun 2026 yang resmi dibuka Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman di Koba, Selasa (11/8/2026).
Lomba yang berlangsung selama dua hari tersebut tidak sekadar menjadi ajang mencari pemenang. Bupati Algafry menilai kegiatan bertutur memiliki nilai pendidikan penting dalam membentuk keberanian, kemampuan berpikir, komunikasi, hingga kecintaan anak terhadap budaya daerah.
Menurut Algafry, ketika anak membaca cerita, mereka belajar mengenal sejarah dan pengetahuan. Saat memahami isi cerita, mereka belajar mengambil nilai kehidupan. Sedangkan ketika tampil di depan orang lain, mereka belajar membangun keberanian dan kepercayaan diri.
“Ketika seorang anak membawakan cerita tentang budaya, sejarah, tokoh, tradisi, atau kearifan lokal, ia sedang belajar mengenal jati dirinya sendiri,” ujar Algafry.
Ia juga menyoroti tantangan budaya membaca di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital.
Menurutnya, kemudahan mendapatkan informasi tidak otomatis membuat anak mampu memahami informasi dengan baik. Karena itu, budaya membaca tetap perlu diperkuat.
“Budaya membaca tetap menjadi sesuatu yang sangat penting. Membaca mengajarkan anak untuk berkonsentrasi, memahami, menganalisis, membayangkan, dan menemukan makna,” katanya.
Algafry berharap perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi berkembang menjadi ruang belajar dan kreativitas bagi masyarakat.
“Saya ingin perpustakaan di Kabupaten Bangka Tengah semakin dekat dengan masyarakat dan anak-anak, sehingga mereka datang bukan karena terpaksa, tetapi karena merasa menyenangkan,” tambahnya.
Kepada 30 peserta, Algafry berpesan agar tidak terlalu terbebani dengan target menjadi juara.
Ia meminta para peserta tampil percaya diri, menghayati cerita, menggunakan bahasa yang baik, serta menjadikan perlombaan sebagai pengalaman berharga.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Bangka Tengah, Yardi, mengatakan lomba berlangsung selama dua hari dengan total hadiah sebesar Rp6 juta.
“Harapan kami, kegiatan ini bisa menumbuhkan minat baca anak, meningkatkan kunjungan ke perpustakaan, dan melahirkan generasi yang gemar membaca, mampu berpikir, berani berbicara, santun dalam bertutur, serta memiliki rasa cinta terhadap daerahnya,” ujar Yardi.
Peserta yang berhasil menjadi juara tingkat kabupaten nantinya akan mewakili Bangka Tengah pada Lomba Bertutur Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (*)