Jembatan Garuda Pangkas Jalan Warga Dul-Beluluk, Akses Sekolah dan Puskesmas Kini Lebih Dekat

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Bertahun-tahun warga Kelurahan Dul dan Desa Beluluk harus memutar ketika hendak beraktivitas. Akses penghubung yang sebelumnya hanya mengandalkan jembatan papan kayu bahkan sempat rusak dan tak bisa dilalui.

    Kini, kondisi itu berubah setelah Jembatan Perintis Garuda di kawasan Kolong Aik Beguruh, Kelurahan Dul, Kecamatan Pangkalanbaru, Kabupaten Bangka Tengah, resmi diluncurkan, Kamis (13/8/2026).

    Jembatan yang menghubungkan Kelurahan Dul dengan Desa Beluluk tersebut dibangun melalui program Presiden Prabowo Subianto dan dilaksanakan jajaran TNI Angkatan Darat.

    Peresmian dihadiri langsung Panglima Kodam II/Sriwijaya, Mayjen TNI Ujang Darwis. Peluncuran itu juga menjadi bagian dari launching 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 titik air bersih yang dilakukan secara serentak di berbagai wilayah Indonesia.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Mayjen TNI Ujang Darwis mengatakan kehadiran jembatan perintis tersebut diharapkan dapat memangkas waktu tempuh masyarakat yang sebelumnya harus melewati jalur alternatif.

    “Kita harapkan jembatan perintis ini bisa membantu masyarakat kita, terutama mungkin anak-anak sekolah, teman-teman yang bekerja, sehingga bisa memangkas waktu,” ujarnya.

    Menurutnya, pembangunan jembatan dilakukan karena akses sebelumnya sudah tidak layak. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus menggunakan jalur lain yang lebih jauh.

    Selain berfungsi sebagai akses penghubung, kawasan Kolong Aik Beguruh juga memiliki nilai strategis karena nantinya diproyeksikan menjadi salah satu sumber air baku untuk suplai PDAM.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Termasuk juga kalau kita lihat di sini kan nanti termasuk jadi sumber air baku untuk PDAM, untuk suplai PDAM. Ini terima kasih rekan-rekan BWS sudah merapikan, menata ulang. Kita berharap ini bermanfaat untuk masyarakat dan pemerintah daerah,” kata Ujang.

    Pangdam juga membuka peluang pembangunan jembatan serupa di wilayah lain yang membutuhkan akses penghubung.

    Ia meminta pemerintah daerah melakukan pendataan terhadap lokasi yang membutuhkan pembangunan jembatan agar dapat dipertimbangkan dalam program berikutnya.

    “Jadi apabila ada tempat-tempat lain yang membutuhkan pembangunan jembatan, kita minta datanya, kita cek, nanti akan kita masukkan dalam program selanjutnya,” terangnya.

    Jembatan dengan lebar sekitar 5 meter tersebut kini dapat digunakan masyarakat untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.

    Ujang pun meminta masyarakat ikut menjaga fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

    “Silakan dimanfaatkan, kami titip untuk dirawat, sehingga ke depan bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama,” tuturnya.

    Sementara itu, Lurah Dul, Sukarno, menyambut baik hadirnya jembatan permanen tersebut.

    Menurutnya, sebelum dibangun Jembatan Perintis Garuda, masyarakat hanya mengandalkan jembatan papan kayu yang mudah mengalami kerusakan.

    Dampaknya cukup terasa, terutama bagi warga yang hendak menuju fasilitas pelayanan publik seperti puskesmas maupun sekolah.

    “Selama ini kan masyarakat mau ke Puskesmas atau sekolah kan harus muter lebih jauh, jadi ini bermanfaat. Sebelumnya sudah ada, tapi jebol, sempat hampir setengah tahun tidak bisa dilalui,” ucap Sukarno.

    Kini, warga Dul dan Beluluk tak lagi harus bergantung pada jalur memutar. Kehadiran Jembatan Perintis Garuda membuka akses langsung yang lebih aman dan mempersingkat perjalanan, sekaligus menjadi penghubung penting bagi aktivitas pendidikan, pekerjaan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

    Bagi warga, jembatan tersebut bukan sekadar bangunan penghubung dua wilayah, tetapi juga memangkas jarak dan waktu yang selama ini menjadi bagian dari keseharian mereka. (*)

    Mungkin Suka Ini juga:
    30 Tenaga Konstruksi Bangka Tengah Digembleng dan Disertifikasi, K3 Jadi Sorotan

    30 Tenaga Konstruksi Bangka Tengah Digembleng dan Disertifikasi, K3 Jadi Sorotan

    1.389 KPM di Bangka Tengah Terindikasi Judol, Bansos Kemensos Dihentikan Sementara

    1.389 KPM di Bangka Tengah Terindikasi Judol, Bansos Kemensos Dihentikan Sementara

    Musim Kemarau, Armada Damkar dan BPBD Bangka Tengah Terbatas, Warga Minta Respons Bencana Diperkuat

    Musim Kemarau, Armada Damkar dan BPBD Bangka Tengah Terbatas, Warga Minta Respons Bencana Diperkuat

    Mobil Kopdes Merah Putih Tiba di Bangka Tengah, Namang Jadi Desa Pertama yang Terima

    Mobil Kopdes Merah Putih Tiba di Bangka Tengah, Namang Jadi Desa Pertama yang Terima

    Lomba Bertutur Digelar, Bupati Algafry Dorong Anak Bangka Tengah Cerdas dan Cinta Budaya

    Lomba Bertutur Digelar, Bupati Algafry Dorong Anak Bangka Tengah Cerdas dan Cinta Budaya

    Dosen Unmuh Babel Sosialisasikan Pentingnya Legal Awareness bagi Anak Putus Sekolah

    Dosen Unmuh Babel Sosialisasikan Pentingnya Legal Awareness bagi Anak Putus Sekolah

      Ikuti kami di Facebook