Jembatan Garuda Pangkas Jalan Warga Dul-Beluluk, Akses Sekolah dan Puskesmas Kini Lebih Dekat

    “Silakan dimanfaatkan, kami titip untuk dirawat, sehingga ke depan bisa digunakan untuk jangka waktu yang lama,” tuturnya.

    Sementara itu, Lurah Dul, Sukarno, menyambut baik hadirnya jembatan permanen tersebut.

    Menurutnya, sebelum dibangun Jembatan Perintis Garuda, masyarakat hanya mengandalkan jembatan papan kayu yang mudah mengalami kerusakan.

    Dampaknya cukup terasa, terutama bagi warga yang hendak menuju fasilitas pelayanan publik seperti puskesmas maupun sekolah.

    “Selama ini kan masyarakat mau ke Puskesmas atau sekolah kan harus muter lebih jauh, jadi ini bermanfaat. Sebelumnya sudah ada, tapi jebol, sempat hampir setengah tahun tidak bisa dilalui,” ucap Sukarno.

    Kini, warga Dul dan Beluluk tak lagi harus bergantung pada jalur memutar. Kehadiran Jembatan Perintis Garuda membuka akses langsung yang lebih aman dan mempersingkat perjalanan, sekaligus menjadi penghubung penting bagi aktivitas pendidikan, pekerjaan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

    Bagi warga, jembatan tersebut bukan sekadar bangunan penghubung dua wilayah, tetapi juga memangkas jarak dan waktu yang selama ini menjadi bagian dari keseharian mereka. (*)

    Pages: 1 2 3Show All
      Ikuti kami di Facebook