
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Lesung penumbuk padi yang dahulu menjadi bagian penting kehidupan masyarakat kini mulai jarang ditemui. Kondisi itu mendorong SMP Negeri 2 Sungaiselan mengenalkan kembali alat tradisional tersebut kepada para siswa melalui pembelajaran budaya di lingkungan Desa Lampur, Kecamatan Sungaiselan.
Bukan sekadar mengenalkan bentuk dan fungsi lesung, siswa diajak memahami bagaimana alat tersebut digunakan masyarakat pada masa lalu untuk mengolah padi hingga menjadi beras.
Narasumber kegiatan, Mang Dur, menjelaskan bahwa lesung dahulu menjadi alat utama masyarakat untuk mengolah hasil pertanian.
“Dulu lesung ini merupakan satu-satunya alat yang digunakan masyarakat untuk mengolah padi menjadi beras. Orang tua kita dulu menanam padi di ladang atau biasa disebut hume, kemudian hasilnya berupa padi ditumbuk menggunakan lesung dan alu sehingga menjadi beras,” jelasnya di Sungaiselan, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, aktivitas menumbuk padi tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan pangan. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang masyarakat untuk saling membantu dan mempererat hubungan.