Terkait Tambang Timah di Merbuk, Kenari dan Punguk, Warga: Sudah WA Bupati dan Kapolres Bangka Tengah

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Masyarakat Lingkar Punguk, Kenari dan Merbuk pertanyakan ketegasan pemerintah dan aparat penegak hukum soal maraknya tambang ilegal yang ada di sekitar sana.

    Salah satu warga, Syarob Syahroni bahkan bingung terhadap kebijakan Pemkab maupun Polres Bangka Tengah yang tak pernah menindak tegas penambang di lokasi Merbuk, Punguk hingga Kenari.

    “Itu wilayah pemukiman, di tengah kota, terlihat, viral dan sudah sering dihimbau. Kalau gak ada tindakan maka percuma saja. Bahkan saya sudah WA ke kapolres, ke bupati untuk segera menertibkan tapi yah begitulah,” ujarnya, Senin (27/5/2024).

    Ia juga meminta pihak PT Timah untuk menjaga asetnya karena akan menjadi celah korupsi yang lebih besar.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “PT Timah juga seharusnya jaga aset mereka dengan baik karena wewenang mereka. Ini bisa jadi cikal bakal korupsi yang lebih besar jika dibiarkan begitu saja karena dampak lingkungan, kerugian negara dan lainnya serta sangat mengganggu kami warga Lingkar merbuk, kenari dan punguk ini,” tegas Syahroni.

    Ia sendiri menolak keras adanya aktivitas tambang tersebut karena mengganggu warga sekitar.

    “Saya ini warga asli sini dan warga yang berdampak langsung adanya aktivitas tambang ilegal di sekitar Merbuk, Punguk dan Kenari ini. Bunyinya mesin, orang nukul (palu) semuanya terdengar dan itu sangat mengganggu, ” ucapnya kepada intrik.id.

    Syahroni menyebutkan, aktivitas tambang tersebut kembali beroperasi sejak hari minggu kemarin dan dikerjakan bahkan orang diluar dari Bangka Tengah.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kalau gak salah sudah dari minggu tadi operasi lagi. Terus juga dari yang saya tahu pemilik pontonya orang Pangkalpinang, Toboali dan bukan orang Koba atau Bangka Tengah, ” tuturnya.

    Syahroni menegaskan, kegiatan apapun yang ilegal tidak bisa di normalisasi apapun alasannya karena akan merugikan negara dan masyarakat terutama sekitaran daerah tersebut.

    “Kita dari kecil diajarkan patuh terhadap peraturan, semua harus sesuai aturan apapun yang dikerjakan di Indonesia ini. Ini malah ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab bisa bertahan lama melakukan tindakan ilegal. Kan aneh. Alasan karena perut dan apalah. Kalau gitu siapapun yang mencuri boleh tidak di tangkap karena alasan perut. Itu aturannya ada, pidana ada dan harusnya bisa ditegakan,” ungkapnya.

     

     

    Mungkin Suka Ini juga:
    Sembilan Nelayan KM Kharisma Selamat Setelah Terapung Berjam-jam di Perairan Rebo

    Sembilan Nelayan KM Kharisma Selamat Setelah Terapung Berjam-jam di Perairan Rebo

    BPPRD Bangka Tengah Luncurkan Pembayaran PBB-P2 Online, Warga Kini Bisa Bayar via QRIS dan Virtual Account

    BPPRD Bangka Tengah Luncurkan Pembayaran PBB-P2 Online, Warga Kini Bisa Bayar via QRIS dan Virtual Account

    BPPRD Bangka Tengah Beri Diskon PBB hingga 75 Persen, Denda Tunggakan Dihapus Total

    BPPRD Bangka Tengah Beri Diskon PBB hingga 75 Persen, Denda Tunggakan Dihapus Total

    619 Pesilat Ramaikan Open Turnamen IPSI Cup Piala Bupati Bangka Tengah

    619 Pesilat Ramaikan Open Turnamen IPSI Cup Piala Bupati Bangka Tengah

    Selingkuh, Istri Lapokan Oknum Anggota Polsek Lubuk Besar ke Polda Babel

    Selingkuh, Istri Lapokan Oknum Anggota Polsek Lubuk Besar ke Polda Babel

    Penambang Timah 18 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolong Tambang Belitung

    Penambang Timah 18 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolong Tambang Belitung