
INTRIK.ID, BABEL — Tim SAR Gabungan berhasil menyelamatkan sembilan nelayan KM Kharisma yang mengalami kondisi darurat di Perairan Pantai Rebo, Sungailiat, Kabupaten Bangka, setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin akibat bahan bakar terkontaminasi air.
Peristiwa itu bermula pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 15.05 WIB saat KM Kharisma yang baru pulang mencari cumi kehabisan bahan bakar di tengah perjalanan. Awak kapal kemudian mencoba mengisi BBM cadangan dari jeriken, namun bahan bakar tersebut ternyata telah bercampur air sehingga menyebabkan mesin kapal rusak total dan tidak dapat dihidupkan.
Setelah upaya perbaikan secara mandiri tidak berhasil, para awak kapal menghubungi Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Pangkalpinang untuk meminta bantuan evakuasi.
Merespons laporan tersebut, Kansar Pangkalpinang segera mengerahkan Tim Rescue menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Karna untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan.
Pada Selasa (7/7/2026) pukul 00.30 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan posisi KM Kharisma yang terombang-ambing di laut.
Meski terkendala jarak pandang yang terbatas karena operasi dilakukan pada malam hari, tim langsung melakukan proses evakuasi pada pukul 00.58 WIB.
Untuk menghindari risiko yang lebih besar akibat perubahan cuaca, petugas memutuskan menarik (towing) KM Kharisma beserta seluruh awaknya menuju Dermaga PTS Pelabuhan Pangkalbalam.
Proses penarikan berlangsung lancar berkat kerja sama Tim Rescue Kansar Pangkalpinang, ABK KN SAR Karna, dan personel Polairud.
Sekitar pukul 03.18 WIB, kapal bersama seluruh penumpangnya tiba dengan selamat di Pelabuhan Pangkalbalam.
Seluruh korban yang merupakan warga Lontong Pancur, Kota Pangkalpinang, termasuk seorang anak berusia 10 tahun bernama Arga, menjalani pemeriksaan kesehatan singkat sebelum diserahkan kepada keluarga masing-masing dalam kondisi selamat.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, Tim SAR Gabungan menggelar evaluasi operasi dan secara resmi menutup operasi pencarian dan pertolongan pada pukul 03.34 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR yang terlibat atas sinergi dan profesionalisme dalam menyelesaikan operasi kemanusiaan tersebut, sehingga seluruh korban berhasil diselamatkan tanpa adanya korban jiwa.