Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot : Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Caption: Cepot

    BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Menanggapi soal pemberitaan sejumlah media online mengenai adanya pembobol tong timah milik salah satu perusahaan mitra PT . Timah di Pos Jelitik, Kecamatan Sungailiat beberapa waktu lalu. Cepot akhirnya beberkan fakta peristiwa sebenarnya mengingat informasi publik harus diluruskan.

    Dalam kiriman rilis resminya kepada Redaksi INTRIK.ID, Minggu ( 14/6/2026) siang , Cepot pemilik CV . TIN bergerak dibidang pertambangan yang juga salah satu mitra PT Timah merasa lucu, kalau dirinya mengambil pasir timah milik CV lain. Menurutnya kalau dirinya mau mengambil timah orang lain ngapain harus di pos penjagaan sangat ketat.

    “Mengenai sentilan terkait kehilangan timah di pos Jelitik sekitar 9 Kilogram diduga mengarahkan ke saya. itu bagi saya sangat lucu sekali kalau mau ambil hak ( Timah – red ) orang kenapa mestinya harus di pos yang di awasi ,di jaga 24 jam non stop pengamanan PT timah dengan penjagaan begitu aktif, dilokasi bisa saja kalau saya mau akan tetapi saya tidak punya niat seperti itu apalagi hanya 9 Kilogram. Saya ini sudah berkecimpung main timah ini sudah 15 tahun,” kata Cepot.

    Untuk membuktikan dirinya tidak melakukan seperti apa yang ditudingkan dan pengalamannya berkutat di bisnis timah sudah belasan tahun. Cepot menyebutkan pihak mana yang sudah dirugikan dirinya kalau bisa dihadirkan dihadapannya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Sudah hampir 15 tahun saya bisnis timah, belum ada cepot ini menipu uang orang di pertimahan, mencuri timah orang. Silahkan cari orangnya yang merasa dirugikan oleh saya selama bermain timah tersebut. Bisa hadirkan di hadapan saya. Kalau hanya 9 Kilogram berapa sih uangnya, pihak PT Timah
    Sudah menjalankan SOP dengan teliti sesuai dengan aturan. Mengenai tong timah yang katanya dibobol oleh saya
    Kita sudah dipertemukan kedua belah pihak malam itu di saksikan beberapa org pihak masing – masing. setelah itu di timbang bersama dan di hitung kembali dengan jumlah karung yang sama tanpa ada kekurangan atau kejanggalan tak lazim,” jelasnya.

    Masih berkaitan hilangnya pasir timah Cepot kembali menerangkan kronologi seperti apa sebenarnya terjadi pada saat di Pos timah Jelitik. Mulai dari menyampaikan masalah karung timah hingga kadar air dalam tong berisi pasir timah.

    “Terkait hilangnya timah 9 Kilogram tersebut , itu kan jumlah karung sudah pas gak, ada kehilangan dengan catatan pengawas dari PT timah di pos dan pihak CV BN sudah benar.namun kurangnya 9 Kilogram pas ditimbang ulang. apakah tidak memikirkan pas awal buka tong itu kering wadah bawahnya sehingga terisi beratus – ratus karung biji timah basah mengandung kadar air tinggi. karung timah itu berasal dari ponton – ponton setiap sore di bawa ke pos dan dimasukkan ke tong tersebut. Akibat tumpukan karung air pasti
    tergenang di permukaan tong. Coba malam itu kita timbang timah masih ada kandungan airnya yang tergenang di dalam tong, saya kira itu pasti pas dan ada kelebihan bukannya kurang dari 9 Kilogram,” bebernya.

    Berbekal pengalamannya bisnis timah sudah belasan tahun, Cepot sedikit memberikan edukasi kepada pelaku bisnis yang baru muncul. Mengenai kadar air kalau pemain timah yang lama sudah paham, kecuali baru pemula wajar kurang paham.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Karena saya merasa tidak mengambil hak org, saya merasa tidak ada beban di hati, timah susut karena air di tong tersebut banyak bagi saya hal yang wajar. kalau pemain lama udah paham kecuali anak ingusan yang baru terjun di dunia bisnis timah. Secara logika awal kita buka tong gak mungkin ada air di dalam kecuali kita pelihara ikan lele,” ungkap Cepot.

    Meneruskan keterangannya Cepot menyebutkan dugaan kuat ada aktor dibalik kisruh masalah hilangnya pasir timah. Karena menurut cepot permasalahan ini sudah di selesaikan secara persuasif kedua belah pihak.

    “Kami juga masih mendalami siapakah aktor di dalam permasalahan ini sehingga kisruh ini terjadi. Sedangkan di malam kejadian kedua belah pihak sudah menjalankan kemauan tanpa ada paksaan dari pihak masing – masing dengan timbang ulang dan di hitung kembali satu persatu karung yang hasilnya tidak ada kekurangan dari karung tersebut alias pas. Tudingan masalah campur dengan kadar rendah (tailing) oknum tersebut masih kita cari informasinya supaya pemberitaan ini benar – benar tuntas dan nyata dengan sebenar – benarnya,” tutupnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar

    Pencarian Berakhir Nihil, Misteri Hilangnya Warga Desa Tugang Belum Terpecahkan

    Pencarian Berakhir Nihil, Misteri Hilangnya Warga Desa Tugang Belum Terpecahkan

    Hari Keempat Pencarian Kamaludin, Tim SAR Gabungan Perluas Area hingga 14 Km² di Bangka Barat

    Hari Keempat Pencarian Kamaludin, Tim SAR Gabungan Perluas Area hingga 14 Km² di Bangka Barat

    Pergi ke Kebun Tak Kunjung Pulang, Warga Desa Tugang Hilang Misterius, Tim SAR Lakukan Pencarian

    Pergi ke Kebun Tak Kunjung Pulang, Warga Desa Tugang Hilang Misterius, Tim SAR Lakukan Pencarian

    Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Dugaan Korupsi MBG Diusut

    Kejagung Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana, Dugaan Korupsi MBG Diusut