
INTRIK.ID, BABEL – Setelah sempat terombang-ambing selama berjam-jam akibat mati mesin di tengah laut, tiga Anak Buah Kapal (ABK) KM Sebanyak akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh Tim SAR Gabungan di Perairan Bebuar, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (11/6/2026) dini hari.
Keberhasilan operasi penyelamatan ini sekaligus mengakhiri misi SAR yang berlangsung sejak Rabu malam. Tim SAR Gabungan menemukan kapal kayu tersebut dalam kondisi lego jangkar di tengah laut setelah melakukan pencarian menggunakan kapal nelayan menuju lokasi yang dilaporkan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan tim berhasil menemukan KM Sebanyak pada pukul 23.52 WIB atau hanya dua menit setelah tiba di lokasi pencarian.
“Begitu tiba di lokasi, tim langsung melakukan penyisiran dan berhasil menemukan KM Sebanyak dalam keadaan lego jangkar. Seluruh ABK dalam kondisi selamat dan sehat,” ujarnya.
Sebelumnya, KM Sebanyak yang berlayar dari Pelabuhan Rakyat Selat Nasik, Kabupaten Belitung menuju Pelabuhan Pangkal Balam mengalami kerusakan mesin saat melintas di Perairan Bebuar pada Rabu sore.
Upaya perbaikan mandiri yang dilakukan awak kapal tidak membuahkan hasil. Menyadari situasi semakin berisiko, salah satu ABK kemudian menghubungi Kantor SAR Pangkalpinang untuk meminta bantuan.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan Tim Rescue menuju lokasi kejadian yang berjarak sekitar 21 mil laut dari Pangkalpinang.
Meski menghadapi tantangan berupa jarak pandang terbatas pada malam hari, tim penyelamat tetap melanjutkan operasi. Cuaca yang relatif bersahabat dengan tinggi gelombang sekitar 0,8 hingga 1 meter membantu proses pencarian berjalan lancar.
Setelah memastikan kondisi ketiga ABK aman, Tim SAR Gabungan melakukan penarikan (towing) terhadap KM Sebanyak menuju Pelabuhan Batu Belubang.
Perjalanan penarikan kapal memakan waktu sekitar tiga jam. Pada pukul 02.35 WIB, kapal bersama seluruh awaknya akhirnya tiba dengan selamat di pelabuhan dan langsung disambut pihak keluarga yang telah menunggu.
Dengan berhasil ditemukannya seluruh korban dalam kondisi selamat, operasi SAR resmi ditutup.
Mikel mengimbau para nelayan dan pengguna transportasi laut agar selalu memastikan kondisi kapal dalam keadaan layak sebelum berlayar.
“Penting untuk memeriksa kondisi mesin, ketersediaan bahan bakar cadangan, alat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan seperti life jacket sebelum melaut. Jangan lupa juga memantau perkembangan cuaca dari BMKG,” katanya.
Ia menambahkan, apabila mengalami kondisi darurat di laut, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center Basarnas 115 agar bantuan dapat diberikan secepat mungkin.
Keberhasilan operasi ini menjadi bukti pentingnya kesiapan peralatan komunikasi dan respons cepat tim penyelamat dalam mencegah potensi kecelakaan laut yang lebih besar di perairan Bangka Belitung.