Tak ada Rambu dan Penerangan, Proyek Jalan Penyak-Pelempat Dikeluhkan Masyarakat

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Proyek pembangunan jalan Penyak-Pelempat, tepatnya di Desa Penyak, Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah dikeluhkan warga yang melintas.

    Pasalnya, proyek tersebut tidak ada rambu dan lampu penerangan untuk menandakan adanya perbaikan jalan. Padahal, setiap proyek perbaikan jalan setidaknya harus ada lampu dan marka pemberitahuan 100 meter sebelum dan sesudah dari proyek jalan tersebut.

    Yus (48) warga asal Padang Mulia yang harus pulang pergi Koba-Pangkal Pinang karena pekerjaan mengaku sudah beberapa kali hampir menabrak papan penutup proyek jalan tersebut, karena tak ada papan pemberitahuan dan lampu penerangan.

    “Saya kan sering pulang malam dari Pangkal Pinang ke Koba. Beberapa kali saya hampir nabrak papan penghalang itu karena gak ada rambu peringatan dan lampu penerangan. Ini sangat membahayakan dan mengganggu pengguna jalan,” ungkapnya kepada intrik.id pada, Selasa (2/8/2022) malam.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia juga menuturkan, setiap ada proyek perbaikan jalan Penyak-Pelempat, sering sekali tidak ada lampu.

    “Jalan di sana ada perbaikan terus. Entah untuk tambak dan lainnya. Sering banget ganggu pengguna jalan yang lain,” tuturnya.

    Tak hanya Yus, Riyan (29) warga Koba juga mengeluhkan proyek perbaikan jalan tersebut. Pasalnya, ia sering terjebak macet dijalan tersebut.

    “Itu gak ada papan pemberitahuan , kalau malam gak kelihatan, debu tambah lagi sering kejebak macet disana. Kesel sendiri jadinya. Itu mau dibangun apa aja saya gak tau,” jelasnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Saat dihubungi intrik.id, Aris Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) PU yang berwenang atas jalanan Namang-Koba sampai Sadai menjelaskan, proyek tersebut akan dibangun Box Culvert

    “Jadi itu akan kita bangun box culvert itu untuk ganti gorong-gorong lama yang sudah tidak memadai untuk aliran debet air mas. Saya gak tau juga punya siapa proyek pastinya karena saya baru di Bangka. Untuk pengerjaan PT. Barito Grup tapi yang mengerjakan anak perusahaannya lupa namanya saya,” jelasnya.

    Ia juga menuturkan, jalan tersebut adalah jalan nasional bukan ranah provinsi atau ranah pemkab. Ia juga menegaskan semua rambu dan penerangan semuanya harus disediakan oleh perusahaan pemborong.

    “Jadi itu jalan nasional dari kementerian langsung mas. Setiap ada proyek pengerjaan pasti pusat langsung yang urus. Sistem pengerjaannya pun selama perbaikan harus ada rambu perbaikan 100 meter sebelum dan sesudah. Jika terjadi kecelakaan perusahaan yang mengerjakan harus bertanggung jawab, ” tuturnya.

    “Bukan hanya itu, jalan itu harus dikembalikan seperti semula kalau proyek sudah selesai. Itu komitmen bersama saat ada proyek dan membuat proyek. Nanti kalau ada yang seperti itu di jalan Namang-Sadai konfirmasi saja ke saya langsung,” tutupnya. (erwin)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Borong 9 Medali di Kejurprov, Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum Porprov 2026

    Borong 9 Medali di Kejurprov, Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum Porprov 2026

    Erlina Borong Tiga Medali untuk Bangka Tengah, Buktikan Semangat Bertanding Tak Kenal Usia

    Erlina Borong Tiga Medali untuk Bangka Tengah, Buktikan Semangat Bertanding Tak Kenal Usia

    Farli Pecahkan Kebuntuan, Sumbang Emas Pertama Bangka Tengah di Kejurprov Panahan Babel

    Farli Pecahkan Kebuntuan, Sumbang Emas Pertama Bangka Tengah di Kejurprov Panahan Babel

    25 Atlet Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum di Kejurprov Babel 2026

    25 Atlet Panahan Bangka Tengah Bidik Juara Umum di Kejurprov Babel 2026

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah