
BANGKA, INTRIK.ID – Kabupaten Bangka menerapkan strategi berbeda dalam pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) 2026. Dari total cabang yang biasa diperlombakan, panitia hanya menggelar tujuh cabang yang dinilai masih membutuhkan penguatan sebagai langkah mempersiapkan kontingen menghadapi MTQH Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Strategi tersebut diterapkan dalam MTQH Tingkat Kabupaten Bangka yang diikuti 120 peserta dari delapan kecamatan di Novilla Boutique Resort Sungailiat, Rabu (22/7/2026).
Ketua Pelaksana MTQH Kabupaten Bangka, Budi Hamzah, mengatakan pengurangan jumlah cabang bukan semata-mata akibat keterbatasan anggaran, tetapi juga merupakan hasil evaluasi dari capaian Kabupaten Bangka pada MTQH tingkat provinsi tahun sebelumnya.
“Kami hanya memperlombakan tujuh cabang karena keterbatasan anggaran. Selain itu, berdasarkan hasil evaluasi MTQH tingkat provinsi tahun lalu, cabang yang sudah meraih juara pertama tidak lagi diperlombakan. Tahun ini kami fokus pada cabang-cabang yang hasilnya belum maksimal agar kualitas peserta semakin meningkat,” ujar Budi.
Meski jumlah cabang berkurang, antusiasme peserta tetap tinggi. Sebanyak 120 peserta dari delapan kecamatan mengikuti proses seleksi untuk memperebutkan tiket mewakili Kabupaten Bangka pada MTQH tingkat provinsi yang akan digelar di Kabupaten Bangka Tengah pada November 2026.
Menurut Budi, para juara nantinya tidak langsung diberangkatkan, melainkan akan menjalani pembinaan intensif selama kurang lebih satu bulan guna meningkatkan kemampuan sebelum bertanding di tingkat provinsi.
“Antusias santri sangat luar biasa. Para juara nantinya akan mengikuti pembinaan terlebih dahulu agar lebih siap bersaing di tingkat provinsi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangka, Baharudin Bafa, yang membuka MTQH tersebut menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda melalui nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits.
“MTQH bukan hajatan yang bersifat hura-hura, adu gengsi ataupun mencari keuntungan. Kegiatan ini menjadi langkah kita mengenalkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda. Spirit Al-Qur’an harus mampu melahirkan generasi yang berakhlak mulia,” ujarnya.
Ia juga meminta dewan hakim menjalankan tugas secara profesional dan objektif sehingga mampu menghasilkan qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta terbaik yang akan membawa nama Kabupaten Bangka di tingkat provinsi.
“Kami berharap melalui seleksi yang objektif dapat lahir generasi Qurani terbaik sehingga Kabupaten Bangka mampu mempertahankan prestasi sebagai juara umum MTQH tingkat provinsi,” katanya.
MTQH Tingkat Kabupaten Bangka 2026 berlangsung selama dua hari, 22–23 Juli 2026, dengan mempertandingkan tujuh cabang, yakni Tilawah Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, Hifzil Qur’an, Tafizh Al-Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Karya Tulis Ilmiah Hadits (KTIH), dan Hadits.