
BANGKA. PEMALI. INTRIK.ID – Nampaknya polemik perkebunan plasma sawit PT. Gunung Maras Lestari ( PT. GML ) mulai mendapatkan respon dari berbagai pihak. Persoalan yang melibatkan 8 desa itu jika tidak diberikan pemahaman, tidak menutup kemungkinan akan menyulut konflik horizontal. Munculnya nilai dana 1.7 Triliun yang harus dibayar pihak perusahaan seakan menjadi harapan masyarakat.
Menyikapi hal tersebut selaku pemuda, Sidqi Ketua Pengurus Kecamatan Pemali KNPI Bangka menyampaikan himbauan kepada masyarakat, soal dana Triliunan Rupiah itu harus dipahami dan dipelajari terlebih dahulu.
“Bagi masyarakat jangan terpancing soal dana 1.7 Triliun terlepas benar atau tidak dipelajari dan dipahami dulu. Maksudnya sebelum bertindak harusnya ditelusuri dulu, sejauh mana masyarakat memahami polemik yang ada. Menurut pendapat saya kondisi saat ini soal hak masyarakat dan kewajiban perusahaan,” kata Sidqi , Minggu (12/1/2025) siang.