
Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan dikembangkan, termasuk dalam bidang terapi bagi anak berkebutuhan khusus.
Menurutnya, kebutuhan terhadap layanan pendampingan dan terapi terus meningkat seiring bertambahnya jumlah anak berkebutuhan khusus di Bangka Belitung.
“Kemarin saja di Kecamatan Riau Silip ada lebih dari 100 anak berkebutuhan khusus. Tentu ini membutuhkan peran semua pihak. Kami mengapresiasi PT Timah yang telah menunjukkan kepeduliannya dan berharap program ini bisa berkesinambungan,” ujarnya.
Salah satu orang tua peserta, Rosmeri, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru setelah mengikuti seminar tersebut. Ia mengatakan, kegiatan ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti seminar terkait pendampingan anak berkebutuhan khusus.
“Ini pertama kali saya mengikuti seminar seperti ini. Kami juga baru beberapa waktu lalu mengetahui bahwa anak kami memiliki autisme. Saya senang mengikutinya karena banyak hal yang bisa saya terapkan di rumah dalam proses pengasuhan yang selama ini mungkin belum saya lakukan, seperti memberikan pelukan dan rasa aman,” katanya.
Rosmeri mengapresiasi langkah PT Timah yang tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga membekali orang tua dengan pengetahuan untuk mendampingi anak berkebutuhan khusus.
Sementara itu, Kepala SLB Negeri Sungailiat, Warsih Sri Wahyuni, mengatakan seminar tersebut sangat bermanfaat bagi guru maupun orang tua.