Desil Naik, Bansos Hilang: Warga Bangka Tengah Pertanyakan Data Kemiskinan

    Caption: ilustrasi masyarakat miskin yang tidak dapat subsidi pemerintah.

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Bantuan sosial yang selama ini menjadi penopang kebutuhan sehari-hari mendadak berhenti. Sejumlah warga di Kabupaten Bangka Tengah mengaku kehilangan bansos setelah status desil mereka mengalami kenaikan dalam data pemerintah.

    Ironisnya, warga mengaku kondisi ekonomi mereka tidak berubah. Mereka masih hidup dengan keterbatasan, pekerjaan tidak menentu hingga harus bergantung pada bantuan keluarga maupun tetangga.

    Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan yang digunakan sebagai salah satu dasar dalam penyaluran bantuan sosial seperti BPNT, PKH, PBI dan bantuan beras.

    Siah (68), warga Koba, mengaku sudah sekitar tiga bulan tidak menerima bantuan, termasuk bantuan beras. Perempuan lanjut usia itu mengatakan dirinya hidup seorang diri di rumah sederhana dan tidak memiliki pekerjaan maupun penghasilan tetap.

    “Saya ini hidup sendiri. Makan aja nunggu dikasih tetangga. Tiba-tiba dapat kabar nama saya dicoret karena desil naik jadi 9. Padahal saya nggak kerja, nggak punya apa-apa,” ujar Siah dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di rumahnya, Sabtu (12/9/2026).

    Siah mengaku mulai kehilangan bantuan setelah pendataan yang ia kaitkan dengan kegiatan sensus.

    “Pokoknya, setelah ada orang sensus-sensus itu saya tidak dapat bantuan,” jelasnya.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook