Monica: Masyarakat Masih Butuh Edukasi Terkait Stunting

    Foto: Monica (Tengah) foto bersama saat membuka acara stunting. (Ist)

    INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Dalam rangka menurunkan angka prevalensi stunting di Kota Pangkalpinang, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Pangkalpinang, Monica Haprinda Maulan Aklil secara resmi membuka Diseminasi Hasil Kajian Audit Kasus Stunting Kota Pangkalpinang (diskusi panel manajemen kasus stunting) di Aula Hotel Grand Manunggal Kota Pangkalpinang, Kamis (15/9/2022).

    Pada kesempatan itu, ibu dari Kota Pangkalpinang ini menceritakan pengalamannya dilapangan kala berjumpa dan berbincang-bincang bersama ibu-ibu yang membawa anak.

    Menurutnya masih banyak masyarakat yang membutuhkan edukasi terkait stunting. Bagi Monica, pemahaman tentang anak bukan hanya pertumbuhan fisik, juga perkembangan otak anak.

    “Semalam saya jalan di Millenial Food Festival, ngobrol-ngobrol sama salah satu orang tua membawa anaknya yang berusia 1,5 tahun, anaknya tidak pendek tapi kurus, anaknya tidak aktif seperti seusianya, saya lihat sepertinya orang tua kurang mampu. Kenyataan dilapangan, banyak orang tua yang belum sadar anaknya stunting atau hampir stunting. Yok kite same-same mengedukasi masyarakat Pangkalpinang, seperadik-seperadik kite yang anaknya stunting atau hampir stunting,” ungkap Monica.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Dengan demikian, tambah Monica, semakin banyak info dan semakin banyak melihat akan mempermudah penurunan angka prevalensi stunting di Kota Pangkalpinang. Diketahui, setiap minggu Monica turun kelapangan di RT dan RW untuk berjumpa dan sharing langsung bersama masyarakat. Disana ia mendengarkan langsung hal-hal apa saja yang menjadi masalah.

    “Data paling akurat dari Dasawisma, kita turun per-20 bubung rumah. Kami sadar, masyarakat akan lebih bisa menerima kalo kita turun kerumah-rumah,” ujarnya.

    Terkait upaya tersebut, Monica utarakan kebanggaannya, karena stunting termasuk kedalam program PKK sesuai dengan panduan PKK pusat. Ia berharap kasus stunting tidak ada lagi di Kota Beribu Senyuman.

    “Semoga kasus stunting tidak ada lagi di Pangkalpinang. Ini tugas kite same-same, kolaborasi dan kerja sama kita akan terus berlanjut hingga 0 stunting,” kata Monica memberikan optimisme kepada tim pakar dan tim teknis penurunan angka prevalensi stunting di Kota Pangkalpinang.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Senada, Koordinator Bidang KBKR BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yudi Rafani sebut upaya yang telah dilakukan di Kota Pangkalpinang patut menjadi contoh bagi kabupaten/kota yang lain. Pihaknya akan mendengar dan melihat hasil audit, hal-hal terkait yang menjadi rekomendasi tim pakar untuk dapat ditindak-lanjuti tim teknis.(*)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Datang Saat Pasar Ramai, Prof Udin Cek Fasilitas Pasar Pagi: Pedagang dan Pembeli Harus Nyaman

    Datang Saat Pasar Ramai, Prof Udin Cek Fasilitas Pasar Pagi: Pedagang dan Pembeli Harus Nyaman

    Hadapi Krisis Air Bersih di Musim Kemarau, Pemkot Pangkalpinang dan PDAM Bor Titik Air Baru

    Hadapi Krisis Air Bersih di Musim Kemarau, Pemkot Pangkalpinang dan PDAM Bor Titik Air Baru

    BMKG Prediksi Puncak Kemarau Hingga Oktober, Pemkot Pangkalpinang Bentuk Satgas Gabungan

    BMKG Prediksi Puncak Kemarau Hingga Oktober, Pemkot Pangkalpinang Bentuk Satgas Gabungan

    Tak Ada Toleransi Bagi Pembakar Lahan, Wali Kota Pangkalpinang dan Polisi Hukum Pembakar Hutan

    Tak Ada Toleransi Bagi Pembakar Lahan, Wali Kota Pangkalpinang dan Polisi Hukum Pembakar Hutan

    43 Tahun SMPN 5 Pangkalpinang, Tantangan Melahirkan Generasi Baru di Era Teknologi

    43 Tahun SMPN 5 Pangkalpinang, Tantangan Melahirkan Generasi Baru di Era Teknologi

    Bukan Sekadar Lomba, Senam Anak Pangkalpinang Sehat Jadi Cara Tanamkan Gaya Hidup Sehat

    Bukan Sekadar Lomba, Senam Anak Pangkalpinang Sehat Jadi Cara Tanamkan Gaya Hidup Sehat

      Ikuti kami di Facebook