
INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Empat dekade lebih bukan waktu singkat bagi sebuah sekolah untuk terus bertahan dan berkembang. Memasuki usia ke-43, SMP Negeri 5 Kota Pangkalpinang justru dihadapkan pada tantangan baru: memastikan generasi yang lahir dari sekolah tersebut tetap berprestasi dan berkarakter di tengah derasnya perkembangan teknologi.
Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Darwin, saat menghadiri peringatan HUT ke-43 SMP Negeri 5 Pangkalpinang, Rabu (9/9/2026).
Menurut Darwin, usia 43 tahun menunjukkan perjalanan panjang sekaligus konsistensi SMPN 5 dalam menjalankan peran pendidikan di Kota Pangkalpinang.
“Hari jadi ke-43 bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah lembaga pendidikan. Angka 43 itu mencerminkan perjalanan panjang, kedewasaan, serta konsistensi dalam mencerdaskan anak bangsa, khususnya di Kota Pangkalpinang,” ujar Darwin.
Ia mengatakan, perjalanan panjang tersebut harus menjadi modal untuk menghadapi tantangan pendidikan yang terus berubah. Kemajuan teknologi, menurutnya, membuat sekolah tidak cukup hanya mempertahankan pola pendidikan yang sudah berjalan.
“Momentum ke-43 ini dapat kita jadikan refleksi untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas literasi, numerasi, serta menanamkan nilai-nilai luhur kepada seluruh siswa kita,” katanya.
Darwin juga menyoroti pentingnya sekolah memberi ruang bagi siswa untuk berkembang sesuai potensi masing-masing.
Salah satunya terlihat dari prestasi siswa SMPN 5 dalam bidang olahraga pencak silat. Darwin berharap prestasi tersebut dapat menjadi pemantik lahirnya generasi-generasi berikutnya yang mampu membawa nama baik sekolah maupun Kota Pangkalpinang.
“Harapannya akan lahir lagi generasi berikutnya dari SMP Negeri 5. Barusan tadi kita lihat teman kita Raisa yang berprestasi olahraga pencak silat, ya mudah-mudahan nanti akan menjadi generasi berikutnya. Amin ya rabbal alamin,” ucapnya.
Ia memberikan apresiasi kepada kepala sekolah, guru dan seluruh tenaga pendidik yang selama ini menjaga keberlangsungan proses pendidikan di SMPN 5.
Bagi Darwin, kualitas sekolah tidak hanya ditentukan oleh bangunan dan fasilitas, tetapi juga oleh dedikasi orang-orang yang berada di dalamnya.
Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kata Darwin, akan terus mendukung kebutuhan pendidikan, termasuk penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
Namun, pembangunan pendidikan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan sekolah.
Peran orang tua, komite, alumni serta masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik.
Darwin secara khusus mengapresiasi kontribusi Komite SMPN 5 dan para alumni yang turut membantu peningkatan sarana dan prasarana sekolah, termasuk pembangunan masjid di lingkungan SMPN 5.
“Hal ini telah ditunjukkan oleh Komite SMP Negeri 5. Terima kasih atas peran masyarakat, komite, serta alumni SMPN 5 yang telah berkontribusi nyata untuk peningkatan mutu sarana prasarana pendidikan, khususnya setelah berdirinya masjid di SMP Negeri 5,” tuturnya.
Memasuki usia 43 tahun, Darwin berharap SMPN 5 tidak berhenti pada pencapaian yang telah diraih. Sekolah tersebut diharapkan terus melahirkan siswa berprestasi, berkarakter dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.
Ia pun berharap akan muncul “next generation” dan generasi berikutnya yang membawa kebanggaan bagi SMPN 5 sekaligus Kota Pangkalpinang.