
INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Dampak musim kemarau panjang di Kota Pangkalpinang tidak hanya memicu ancaman kebakaran, tetapi juga mengancam ketersediaan air bersih bagi warga. Guna mengatasi permasalahan ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang menyiapkan skema penanganan krisis air secara masif.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, menyatakan bahwa Pemkot telah menggalang konsolidasi bersama PDAM, PT Timah, PLN, Polres, Kodim, serta pemerintah daerah untuk menjamin ketersediaan pasokan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
Dalam waktu dekat, armada mobil tangki dari berbagai instansi dan BUMN tersebut akan dikerahkan untuk mendistribusikan air bersih secara gratis ke daerah-daerah permukiman warga yang mulai mengalami kekeringan.
“Kami sudah berkoordinasi dan mendapat dukungan dari PDAM, PT Timah, PLN, hingga jajaran TNI-Polri. Seluruh armada mobil tangki yang ada disiapkan untuk membantu menyalurkan pasokan air bersih ke rumah-rumah warga maupun instansi yang kekurangan air,” jelas Saparudin.
Terkait dengan kondisi pasokan air baku dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Wali Kota Pangkalpinang memastikan cadangan air baku yang ada saat ini diprediksi masih sanggup bertahan hingga akhir Oktober.
Kendati demikian, Saparudin menegaskan bahwa PDAM telah melakukan serangkaian langkah antisipasi jangka panjang guna mencegah kelangkaan air baku yang lebih parah. Salah satu strategi utama yang dijalankan adalah mengebor sumber air tanah baru di beberapa titik potensial.
“Pihak PDAM sudah melakukan antisipasi sejak dini dengan melakukan pengeboran titik air baru di kawasan Selindung, tepatnya di area dekat rencana Embung Eka Guna, serta di sekitar kolam retensi. Pengeboran ini difokuskan untuk menjaga keandalan suplai air bersih bagi masyarakat Pangkalpinang,” tutupnya.