
INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Kota Pangkalpinang bersiap menghadapi potensi bencana kemarau panjang. Berdasarkan hasil pemetaan dan laporan BMKG, puncak musim panas ekstrem di wilayah ini diperkirakan berlangsung dari September hingga Oktober.
Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi. Kondisi cuaca yang sangat terik dan kering dipastikan meningkatkan potensi risiko kebakaran pemukiman maupun lahan secara drastis.
Meski BMKG memprediksi adanya potensi curah hujan dalam kurun waktu satu hingga dua hari ke depan, Saparudin mengingatkan warga agar tidak terkecoh. Pasalnya, kondisi cuaca akan kembali menyengat hingga bulan depan.
“Menurut laporan yang disampaikan pihak BMKG, puncak musim panas ini akan berlangsung sepanjang bulan September ini hingga Oktober mendatang. Memang dalam dua hari ke depan ada prediksi hujan turun sedikit, namun setelah itu cuaca kembali panas terik,” terang Prof. Saparudin usai memimpin rakor lintas sektoral.
Menanggapi tantangan alam ini, Pemerintah Kota Pangkalpinang secara resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Karhutla. Satgas ini dirancang untuk mengintegrasikan potensi personel dari Pemkot, Polres, Kodim, Kejari, serta instansi pendukung lainnya.
Keberadaan Satgas Gabungan ini dikhususkan untuk memangkas birokrasi penanganan darurat di lapangan. Begitu titik api terdeteksi, tim reaksi cepat dari unsur gabungan dapat langsung diterjunkan untuk memadamkan api sebelum meluas.
Selain personel, Pemkot Pangkalpinang juga mengonversi enam posko Damkar menjadi Posko Gabungan Penanggulangan Bencana Kemarau. Pemkot memastikan kesiapan unit kendaraan pemadam kebakaran dan pemenuhan logistik operasional para petugas di lapangan dijaga dalam kondisi prima.