
INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Ancaman kebakaran lahan di Kota Pangkalpinang meningkat seiring kemarau yang berkepanjangan. Sepanjang Agustus 2026, tercatat 121 lokasi mengalami kebakaran, angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan periode sebelumnya.
Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Kota Pangkalpinang, Dedy Revandi, mengatakan kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kebakaran. Suhu tinggi, angin kencang, serta kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah muncul dan menyebar.
“Karena musim kemarau yang berkepanjangan, banyak lahan yang kering. Ini membuat potensi kebakaran semakin tinggi,” kata Dedy saat Rakor Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Smart Room Center Kota Pangkalpinang.
Selain faktor alam, aktivitas manusia juga menjadi penyumbang munculnya titik api. Dedy menyebut masih ditemukan masyarakat yang membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
Selain itu, membuang puntung rokok sembarangan hingga membakar sampah juga berpotensi memicu kebakaran.