Kecelakaan di Jelutung, Keterangan Polisi dan Saksi Berbeda

    Foto: Kondisi korban saat kecelakaan. (Ist)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Kecelakaan di ruas jalan Namang-Pangkalpinang di Desa Jelutung yang menewaskan Iswadi (43) masih menjadi misteri. Pasalnya, penyataan warga sekitar dengan pihak Satlantas Polres Bangka Tengah berbeda.

    Jika pihak Satlantas Bangka Tengah menyatakan korban laka tunggal, namun menurut saksi kecelakaan itu terindikasi tabrak lari.

    Salah satu saksi menyebutkan ia bersama dengan rekannya sempat mendengar suara benturan di jalan.

    “Kami kaget karena suara benturan pas lagi dirumah dan pada saat itu kami memang belum tidur,” ungkap warga tersebut saat dikonfirmasi intrik.id, Jumat (24/2/2023).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia mengungkapkan, suara benturan tersebut bahkan terdengar dua kali.

    “Saat terdengar suara pertama itu, saya dan rekan saya ini belum keluar, selang berapa waktu ada mobil yang lewat terdengarlah benturan kedua,” katanya.

    “Dari suara benturan kedua ini juga ada sesuatu yang membentur rolling door rumah kami,” lanjutnya.

    Mendengar suara tersebut, ia langsung bergegas untuk mengecek ke lokasi kejadian.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Saat keluar rumah untuk chek bunyi tadi, ternyata ada kepingan pecahan helm depan rumah. Makannya roling door kami seperti ada yang ngelempar. Terus saya langsung istigfar karena ternyata ada yang jatuh,” katanya.

    Karena penasaran, kedua orang saksi ini mengecek lebih dekat lagi untuk melihat kondisi pengendara yang kecelakaan tersebut.

    “Lebih kaget lagi, waktu kami mengecek ini kondisi kepala korban sudah tidak berbentuk dan berlumuran darah seperti terlindas,” ucapnya.

    “Karena kami tidak berani untuk bertindak, kami langsung menghubungi kadus dan kepala desa jelutung,” lanjutnya.

    Ia menuturkan, suara benturan pertama itu dari pengendara yang jatuh, dan suara kedua itu benturan dari kepala korban yang mungkin terlindas, yang saat itu masih mengenakan helm.

    “Jadi, karena kondisi yang seperti itu, kalau dikatakan kecelakaan tunggal ga mungkin,” pungkasnya.(Erwin)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot :  Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot : Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar

    Pencarian Berakhir Nihil, Misteri Hilangnya Warga Desa Tugang Belum Terpecahkan

    Pencarian Berakhir Nihil, Misteri Hilangnya Warga Desa Tugang Belum Terpecahkan

    Hari Keempat Pencarian Kamaludin, Tim SAR Gabungan Perluas Area hingga 14 Km² di Bangka Barat

    Hari Keempat Pencarian Kamaludin, Tim SAR Gabungan Perluas Area hingga 14 Km² di Bangka Barat

    Pergi ke Kebun Tak Kunjung Pulang, Warga Desa Tugang Hilang Misterius, Tim SAR Lakukan Pencarian

    Pergi ke Kebun Tak Kunjung Pulang, Warga Desa Tugang Hilang Misterius, Tim SAR Lakukan Pencarian