Detik-Detik Evakuasi KM Nadira: Kapal Nyaris Penuh Air, Sekoci Basarnas Ikut Kandas

    INTRIK.ID, BABEL  — Operasi evakuasi dua awak KM Nadira di Perairan Pantai Pukan, Kabupaten Bangka, berlangsung dramatis, Minggu (9/8/2026) dini hari.

    Kapal yang mengalami kebocoran itu sudah hampir dipenuhi air laut ketika Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang tiba di lokasi.

    Bukan hanya kapal korban yang menghadapi kondisi sulit. Tim penyelamat juga harus berjibaku dengan ombak besar. Sekoci yang digunakan untuk mendekati KM Nadira bahkan sempat ikut kandas saat melakukan manuver menuju titik kapal.

    Beruntung, situasi tersebut dapat segera diatasi. Tim kemudian berhasil mendekati KM Nadira dan mengevakuasi dua awak kapal dalam kondisi selamat.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Kedua korban diketahui bernama Herman (30) dan Saroni (30).

    Berangkat Antar Ponton, Berujung Kebocoran

    Insiden bermula ketika KM Nadira, kapal dengan ciri khas warna merah, krem, dan putih, bertolak dari Pelabuhan Jelitik, Kabupaten Bangka, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

    Kapal tersebut membawa misi mengantar ponton menuju Pantai Sampur, Kabupaten Bangka Tengah.

    Namun, sekitar pukul 02.40 WIB, situasi berubah menjadi darurat. KM Nadira mengalami kebocoran ketika berada di perjalanan.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Nakhoda kemudian mengambil keputusan untuk mengandaskan kapal di sekitar Perairan Pantai Pukan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menyelamatkan kapal dan awak kapal.

    Awak kapal selanjutnya menghubungi Polairud. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Kantor SAR Pangkalpinang untuk meminta bantuan evakuasi.

    Basarnas Hadapi Ombak Besar

    Merespons laporan tersebut, Basarnas Pangkalpinang mengerahkan satu Tim Rescue bersama ABK KN SAR Karna menuju lokasi kejadian.

    Tim menggunakan sekoci KN SAR Karna untuk mendekati KM Nadira. Namun, kondisi laut membuat proses tersebut tidak mudah.

    Ombak yang cukup besar menyulitkan pergerakan sekoci. Dalam perjalanan menuju kapal korban, sekoci yang membawa tim Rescue bahkan sempat kandas.

    Kesigapan personel di lapangan membuat kondisi tersebut dapat segera ditangani. Tim kemudian kembali melanjutkan upaya mendekati KM Nadira.

    Saat berhasil merapat, kondisi kapal korban sudah sangat mengkhawatirkan. Air laut telah hampir memenuhi kapal.

    Tim Rescue langsung memprioritaskan keselamatan dua awak kapal. Herman dan Saroni berhasil dipindahkan ke sekoci dengan selamat. Sejumlah barang dan peralatan berharga milik keduanya juga turut dievakuasi.

    Komandan Tim Basarnas, Gitri Prima, mengatakan kondisi laut menjadi salah satu tantangan terbesar dalam operasi tersebut.

    “Proses evakuasi cukup menantang karena kami harus berhadapan dengan ombak yang besar, bahkan sekoci kami sempat kandas,” kata Gitri.

    Menurutnya, ketika tim berhasil merapat, kondisi KM Nadira sudah hampir sepenuhnya kemasukan air.

    “Alhamdulillah, fokus utama kami membuahkan hasil dan kedua korban berhasil kami evakuasi ke sekoci dalam keadaan selamat beserta barang-barang berharganya,” ujarnya.

    KM Nadira Akan Ditangani Secara Mandiri

    Gitri menegaskan, fokus Basarnas dalam insiden tersebut adalah menyelamatkan awak kapal.

    Sementara untuk KM Nadira yang telah kandas dan dipenuhi air, proses penarikan akan dilakukan secara mandiri oleh pihak terkait.

    “Untuk status kapal KM Nadira yang kandas dan dipenuhi air, nantinya akan dilakukan penarikan secara mandiri oleh rekan-rekan mereka. Tugas kami fokus pada operasi penyelamatan dan memastikan keselamatan nyawa korban,” jelasnya.

    Usai dievakuasi, kedua awak kapal dibawa menuju Dermaga PTS Pangkalbalam.

    Setibanya di dermaga, Herman dan Saroni diserahkan kepada keluarga masing-masing dalam keadaan selamat.

    Dengan berhasil dievakuasinya kedua korban, operasi SAR terhadap insiden KM Nadira dinyatakan selesai.

    Di balik selamatnya dua awak kapal tersebut, ada keputusan cepat di tengah situasi darurat dan perjuangan tim penyelamat menghadapi laut yang bergelombang. Bahkan, ketika sekoci penyelamat sempat kandas, operasi tetap berlanjut hingga dua korban berhasil dibawa keluar dari kapal yang nyaris penuh air.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Pencari Udang yang Diduga Diterkam Buaya di Belitung Timur Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup

    Pencari Udang yang Diduga Diterkam Buaya di Belitung Timur Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Ditutup

    Pamit Cari Udang, Pria di Belitung Timur Hilang Diduga Diterkam Buaya di Kolong Kero

    Pamit Cari Udang, Pria di Belitung Timur Hilang Diduga Diterkam Buaya di Kolong Kero

    Wartawan Dilarang Meliput Rakor Pemberantasan Korupsi di Bangka Tengah, Tuai Sorotan

    Wartawan Dilarang Meliput Rakor Pemberantasan Korupsi di Bangka Tengah, Tuai Sorotan

    Kebakaran Hutan Eks PT Kobatin Nyaris Sambangi Sekolah dan Labkesmas, Api Sempat Muncul di Dua Titik

    Kebakaran Hutan Eks PT Kobatin Nyaris Sambangi Sekolah dan Labkesmas, Api Sempat Muncul di Dua Titik

    Paripurna Istimewa HUT ke-172 Kota Koba Sepi, Hanya 19 dari 30 Anggota DPRD Hadir

    Paripurna Istimewa HUT ke-172 Kota Koba Sepi, Hanya 19 dari 30 Anggota DPRD Hadir

    Selisih Harga TBS Disorot, Petani Minta Dugaan Potongan DO Ditertibkan

    Selisih Harga TBS Disorot, Petani Minta Dugaan Potongan DO Ditertibkan

      Ikuti kami di Facebook