
Menurutnya, ketika tim berhasil merapat, kondisi KM Nadira sudah hampir sepenuhnya kemasukan air.
“Alhamdulillah, fokus utama kami membuahkan hasil dan kedua korban berhasil kami evakuasi ke sekoci dalam keadaan selamat beserta barang-barang berharganya,” ujarnya.
Gitri menegaskan, fokus Basarnas dalam insiden tersebut adalah menyelamatkan awak kapal.
Sementara untuk KM Nadira yang telah kandas dan dipenuhi air, proses penarikan akan dilakukan secara mandiri oleh pihak terkait.
“Untuk status kapal KM Nadira yang kandas dan dipenuhi air, nantinya akan dilakukan penarikan secara mandiri oleh rekan-rekan mereka. Tugas kami fokus pada operasi penyelamatan dan memastikan keselamatan nyawa korban,” jelasnya.
Usai dievakuasi, kedua awak kapal dibawa menuju Dermaga PTS Pangkalbalam.
Setibanya di dermaga, Herman dan Saroni diserahkan kepada keluarga masing-masing dalam keadaan selamat.
Dengan berhasil dievakuasinya kedua korban, operasi SAR terhadap insiden KM Nadira dinyatakan selesai.
Di balik selamatnya dua awak kapal tersebut, ada keputusan cepat di tengah situasi darurat dan perjuangan tim penyelamat menghadapi laut yang bergelombang. Bahkan, ketika sekoci penyelamat sempat kandas, operasi tetap berlanjut hingga dua korban berhasil dibawa keluar dari kapal yang nyaris penuh air.